Rabu, 25 Oktober 2017

LOVE SICK part 11

LOVE SICK PART 11

Beberapa hari berlalu. Chanyeol yang sudah lama tak menegur Kai, setelah mendapatkan maaf dari Irene, ia juga minta maaf pada Kai yang memanfaatkannya. Kai pun menerima maafnya dan mereka berdua saling meminta maaf. Akhirnya squad bangsad mereka kembali berkumpul setelah sekian lama.
       Sejak Yoona tak bertegur sapa dengan Kai. Yoona menjadi gadis yang pendiam dan murung. Irene yang sudah dapat menerima kenyataanpun tak tega melihat sahabatnya itu menyiksa dirinya dengan tak berteman dengan Kai, entah mengapa Irene mempunyai firasat jika Yoona terpaksa menjauhi Kai karena dirinya—mungkin Yoona telah jatuh cinta dengan Kai. Meskipun Irene dan Yoona masih sering bertegur sapa, namun Yoona lebih sering menolak dan menghindar jika di ajak hangout bareng.
       Irene memutuskan untuk memaksa Yoona agar dapat mengobrol lebih lama dan menjelaskan semuanya, karena menjauh seperti itu membuat Irene tak nyaman.
       Setelah kelas berakhir, Irene segera menghampiri Yoona.
       “Sudah sangat lama sekali kau mencoba menghindariku Yoona-yah! Banyak hal yang harus kita bicarakan!” tegur Irene saat melihat Yoona merapihkan mejanya.
       “Hmm.. bukankah semua sudah selesai. Aku membatalkan pertunanganku. Jadi kita tak ada hubungan, dan tak perlu lagi di bicarakan. Toh kita baik-baik saja kan?” Yoona segera beranjak meninggalkan Irene. Mendengar pembatalan pertunangannya itu membuat Irene terkejut. Irene langsung menarik lengan Yoona.
       “Tunggu! Bukan itu yang harusnya terjadi. Please! Aku minta waktumu sebentar saja.” Setelah sejenak merenungkan permintaan sahabtanya itu, Yoona-pun mengangguk. Lalu ia mengikuti kemana Irene membawanya.
****
       Setelah obrolannya dengan Irene, Yoona pun tak langsung pulang. Ia harus pergi ke tempat dimana seharusnya ia pergi. Sudah sebulan sejak pembatalan tunangannya dengan Kai. Sejak saat itu Yoona yang tahu Irene menyukai Kai langsung memutuskan agar ayahnya membatalkan tunangannya, awalnya Kai menolak. Kai bukan menghindari Yoona, ia bahkan setiap hari mecoba meminta maaf pada Yoona, banyak hal yang ia lakukan agar Yoona tak membatalkan pertunangan dan meminta maaf. Namun, sifat egois dan keras kepala nya Yoona membuat Kai akhirnya mengabulkan apapun keinginan Yoona—jika itu membuatnya bahagia, membatalkan tunangannya dan tak menganggunya lagi.
       Di perjalanan, banyak hal yang ia sesali. Ia belum pernah pergi ke rumah orang ini. Namun, ayahnya dengan senang hati memberikan alamatnya. Banyak hal yang berkecamuk dalam hatinya. Yoona sangat gelisah, taksi yang ia tumpangi berhenti di sebuah perumahan mewah. Banyak rumah berjajar dengan megah. Yoona melihat SMS di ponselnya. Blok A1 no. 17. Tidak salah, itu adalah tujuan Yoona.
       Yoona menghembuskan nafas berat. Ia menyiapkan hatinya. Ia juga memandang rumah yang begitu megah itu, tangannya ragu-ragu memencet bel pada pintu gerbang yang tinggi menjulang itu.
       Setelah beberapa saat. Seorang penjaga membukakan pintu.
       “Mau cari siapa neng?” tanya penjaga itu.
       “Maaf pak! Kai ada?” akhirnya Yoona menanyakan keberadaan lelaki yang membuatnya gelisah. Penjaga itu pun tersenyum dan menyuruh Yoona masuk.
       “Silakan neng, masuk aja. Tunggu di dalam.” Yoona mengikuti ajakan penjaga itu yang mengantarnya masuk ke ruang tamu.
       Yoona baru pertama kali ke rumah Kai, dan itu malah membuatnya minder. Bahkan rumahnya tak se megah dan sebesar milik Kai, maklumlah karena papanya Kai adalah bos. Yoona masih duduk di tepian kursi ruang tamu, ia sangat gelisah. Apa yang akan ia katakan terlebih dulu pada Kai. Sudah lama sekali, dan tiba-tiba mencarinya. Dasar bodoh! Yoona merutuki kebodohannya.
       “Apa kau akhirnya merindukanku?” suara lembut dan rendah yang Yoona hapal itu pun muncul. Kai berdiri di depannya, ia mengenakan Tshirt reglan cerah dan celana pendek santai, lalu kedua tangannya ia sakukan, seperti biasa—ia tampak cool. Yoona yang tersentak, berdiri seketika. Ia hanya memandang lelaki yang sudah lama ia campakan itu. Tidak tahu harus berucap apa.
       “Kai….” Yoona hanya mampu menyebut namanya, lidahnya terasa kelu. Seketika, matanya terasa berembun. Yoona menahannya dengan mendongak keatas, ia tak ingin Kai melihatnya menangis. Kai segera mendekati Yoona.
       Kini Kai tepat dihadapan gadis itu, Kai dengan intens memandang mata gadis yang sangat amat ia rindukan itu, Yoona yang di pandang itu pun tak lagi mampu menahan air matanya, kini air mata itu jatuh. Yoona hanya menggigit bibirnya, menahan suaranya agar tak terisak. Semakin Kai memandang dengan tatapan sendu, semakin Yoona merasa bersalah.
       “Ma…af…” Yoona berkata sambil bergetar. Ia tak tahan. Dengan cepat Kai menarik bahunya dan menariknya dalam pelukannya. Kai memeluk Yoona dengan erat, sangat erat karena Kai sangat takut kehilangannya. Yoona pun dengan ragu-ragu melingkarkan lengannya pada tubuh Kai. Ia bebas mengeluarkan segala beban, kesedihan, perasaan bersalah, dan semuanya tentang Kai dengan menangis dalam pelukan Kai.
       Sudah beberapa lama mereka saling pelukan. Meluapkan segala emosi yang terpendam. Dengan lembut Kai mengelus pucuk kepala gadis yang dari awal telah ia jatuhi cinta itu. Setelah merasa baikan, Yoona pun melepaskan pelukannya dan mengusap air matanya kasar. Ia memandang Kai dengan puppy eyesnya. Kai merasa gemas, dengan lembut ia mengusap sisa air mata pada pipi Yoona dan terkekeh geli.
       “Ih, dasar cengeng!” kata Kai sambil mengusap pipi Yoona itu. Yoona menahan gerakan tangan Kai.
       “Maafkan aku… aku memang bodoh…” masih menggenggam tangan Kai dengan kedua tangannya. Kai melirik tangannya.
       “Ya! Kau memang benar-benar bodoh! Kau bahkan berlagak sebagai cupid tapi stupid!” sindir Kai.
       “Ih, aku tahu. Aku memang benar-benar bodoh. Cinta itu selalu menyakitkan!” Yoona menghempaskan tangan Kai.
       “Ya! Kau! Issh… aku akan memberimu dan menunjukkan padamu bahwa cinta itu indah dan tidak menyakitkan.” Kai tersenyum tulus. Yoona hanya memandang pria itu dan balas tersenyum. Kai mengeratkan kembali pelukannya.
       “Aku mencintaimu… sungguh… mencintaimu..” ucap Kai tulus. Sejenak Yoona terperangah. Yoona sudah tahu jika Kai menyukainya, tapi Kai tak pernah mengatakan cinta padanya.
       Nado sarangeo[1]


[1] Aku juga mencintaimu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar