MASA MUDA (EPS. 9)
Flashback On
“Elo?”
Adam memekik ketika Safina telah menyadari kehadirannya. Kini Safina terkejut.
“Loh,
Adam…” Safina tersenyum simpul.
“Lo
ngapain disini Fin?” tanya Adam heran.
“Oh,
ayah aku di rawat disini,” jawabnya.
“Oh,
gitu ya?” Adam manggut-manggut mengerti.
“Lo
sendiri ngapain? Apa ada yang sakit juga?” tanya Fina sambil melirik kantong
kresek bawaan Adam.
“Oh
enggak. Gue ke sini mau ke bokap gue,” Safina mengernyit.
“Dokter
Yohan, mungkin lo tau…” Adam menjentikan jarinya menyebutkan nama ayahnya.
“Ah,
ya… ya… jadi lo anaknya dokter? Hm..” Safina manggut-manggut paham. Adam hanya
tersenyum.
“By
the way, gue ke bokap dulu ya? Mungkin dia udah nungguin gue. See you!” Adam
beranjak menuju ruang ayahnya. Safina mendudukan dirinya kembali merasa heran,
rupanya dunia itu sempit banget. Sampai tiba-tiba seseorang
datang—mengagetkannya—Reza.
Flashback Off
***
Pagi-pagi
sekali Reza mendapat chat dari Ralin.
Ralinsyah M. : Za, lo jadi kan temenin gue
ke Bogor? Hari ini bungee jumping! Gue tunggu lo di rumah ya?
Sejenak
Reza memikirkannya. Ia sudah janji sih mau bantuin Ralin, meskipun dirinya
sedang kesal dengan Ralin. Yah tapi bagaimanapun dia juga sahabatnya, dan Reza
nggak boleh pilih kasih, walau hatinya untuk Safina.
Reza
M. Putra : Ya, tunggu deh. sejam lagi gw otw!
Balasnya
singkat, ia segera bergegas siap-siap.
***
Setelah
izin orangtua yang masih di rumah sakit, Safina dan Adam pun pergi. Orangtua
Safina pun tahu kalau Adam teman Safina dan juga anak dokter Yohan, makanya
mereka mengizinkan. Lagi pula, nanti sore ayahnya juga sudah di bolehkan
pulang.
Dengan
semangat Safina mengikuti Adam. Kali ini Adam membawa motor trail
kesayangannya.
“Are
you ready? Lets ride!” pekik Adam, lalu menstarter dan menggas motornya.
“Yey!
Ready!” pekik Safina kemudian.
♫ I just stay in the sun where I find
I know
its hard sometimes
Pieces of
peace in the sun peace of mind
I know
its hard sometimes
Yeah, I
think about the end just way too much
But its
fun to fantasize
Oh my
enemy who wouldn’t wish who I wish
But its
fun to fantasize.
Oh, oh…
I’m falling, so I’m taking my time on my ride
Oh, oh…
I’m falling so I’m taking my time on my ride
Taking my
time on my ride…♫
(Twentyone Pilots-Ride)
Sejam
kemudian mereka telah melewati perbukitan, kini mereka melewati perkebunan teh.
Jalan yang sudah tak asing bagi Safina kala ia hendak ingin berkemah. Tapi dia
tidak tahu kemana Adam akan membawanya. Alih-alih bertanya, Safina hanya
menikmati pemandangan. Kini jalanan semakin naik turun. Adam malah
mengencangkan laju trailnya. Mau tidak mau Safina harus mengeratkan pegangannya
pada perut Adam. Di balik helm nya, Adam tersenyum. Mungkin kalau di komik
bibirnya sudah tersenyum lebar sampai kuping.
***
♫ I’vee been reading books of old, the legends
and the myths
Achilles
and his gold, Hercules and his gift
Spiderman’s
control, and Batman with his fists
And
cleary I don’t see my self upon that list.
She said,
where’d you wanna go? How much you wanna risk?
I’m not
looking for somebody with some superhero gifts
Some
superhero, some fairytale bliss
Just
something I can turn to somebody I can kiss
I want
something just like this
Duu-duu-du-du-du
oh I want something just like this ♫
(The Chainsmokers &
Coldplay-Something Just Like This)
Kota hujan Bogor, kini di banjiri oleh
para pecinta alam, atau pecinta petualangan dan tantangan. Banyak yang hadir
dari mereka hanya untuk menonton atau menikmati liburan di akhir pekan,
beberapa juga merupakan peserta lomba. Lomba bungee jumping dilaksanakan di
Taman Hiburan Bogor, letaknya di perbukitan memungkinkan ada spot bungee
jumping. Kebetulan Taman Hiburan itu memiliki satu wahana bungee jumping
lumayan tinggi. Sekitar 50 meter. Panitia tidak membatasi peserta, bahkan yang
on the spot juga bisa daftar. Pemenang utama ada 3 dan 1 sebagai harapan.
Hadiah utamanya adalah dua tiket paket wisata ke New Zeland dan uang tunai
sebesar Rp. 10.000.000,-. Nggak besar memang, karena paket liburan ke luar
negeri saja sudah lumayan besar. Juara ke dua adalah paket wisata ke Bali, dan
uang Rp. 5.000.000,-. Juara ke tiga paket wisata ke Tengger, Jawa Timur, dan
uang Rp. 2.500.000,-. Sedangkan juara harapan paket liburan ke Bandung, dengan
uang Rp. 1.000.000,-. Masing-masing peserta membayar kontribusi Rp. 100.000,-
include sertifikat dan mamiri(makan minum ringan) serta dokumentasi saat bungee.
Reza
dan Ralin turun dari mobil. Kali ini Reza menuruti kemauan sahabat nya yang
egois ini. Ia pikir, sudah lama ia tak berbaikan dengan Ralin gegara Ralin
nyari rebut melulu.
“Wah
Za, kok gue deg degan gini ya?” seru Ralin saat menuju spot bungee.
“Udah
santai aja lo. Btw lo udah daftar kan?” tanya Reza.
“Yah,
udah kok. Sumpah gue takut. Gimana kalo gue ga berani loncat,” Ralin memainkan
buku-buku jarinya cemas.
“Kan
lo sendiri yang nekat ikutan? Jadi lo harus bisa, kita juga udah latihan waktu
itu, dan lo berani lompat,” kata Reza.
“Iya
sih. Tapi liat para pesertanya… bikin gue minder,” Ralin menundukkan kepala.
“Lah,
gimana sih? Ya lo tetep harus berani. Emang lo kenapa sih kok ngotot banget
pengen ikutan lomba ini? Kalo karena hadiahnya… gue nggak yakin, lo pasti mampu
ke luar negeri karena lo tajir,”
“Em…
ya emang… sih,” kali ini Reza mengernyit heran, Ralin seperti memikirkan
sesuatu, lalu ia segera menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Ya
udah sih, pokok gue harus ikut. Gue mau ngilangin trauma aja. Hehe. Ayok
kesana!” Ralin menggandeng lengan Reza menariknya menuju lokasi, Reza masih
tidak paham dengan alasan Ralin. Dalam hati Ralin mengatakan, ia melakukan ini
agar bisa dekat dengan Reza yang maniak Safina itu dan membuktikan bahwa
dirinya juga sehebat Safina.
Kali
ini semua peserta berkumpul di satu tempat. Dan penonton berada di tempat lain.
masih ada juga beberapa peserta yang daftar. Masih ada waktu lima menit lagi
sebelum pendaftaran ditutup, dan lomba di mulai.
***
Disisi
lain, Adam dan Safina telah sampai di parkiran suatu Taman Hiburan. Safina
hanya melongo dan heran.
“Woy!
Bengong aja! Ayok cepat, sebelum terlambat.” Adam menarik tangan Safina dan
mengajaknya berlari.
“Eh,
Dam. Mau kemana?” tanyanya sambil terus berlari.
“Hah..
hah.. hah..” mereka ngos ngosan karena berlari. Mereka sampai di suatu tempat yang
telah ramai orang. Adam melepas Safina dan berlari kecil menuju panitia.
“Kang,
masih bisa?” si panitia mengangguk. Adam lalu kembali menarik Safina ke
panitia.
“Lo
mau kan? Ikutan lomba bungee jumping?” tanya Adam, sontak membuat Safina
terbelalak kaget. Safina masih cengo.
“Kang,
daftar satu ya?” tanpa menunggu lama persetujuan Safina, Adam mengambil
formulir dan mengisinya, lalu menyerahkan ke panitia lagi.
“Demi
apa, lo bikin gue megap-megap gini sekarang mau bikin jantungan, huh?” Safina
mulain stabil emosi.
“Hehe,
sori. Kejutan! Lo kan suka bungee jumping. Dan kebetulan gue tau ada event ini,
dan gue yakin lo bisa.” Adam hanya terkekeh.
“Huh
dasar mas tiang listrik, bisa aja nyetrumin hati orang, eh jantung orang.”
Cerocos Safina.
“Cie,
mau dong nyetrumin hati adek, biar ser.. ser.. ihir..” kekeh Adam.
“Eh
tapi, boleh juga nih! Lumayan buat penghilang stress. Pinter juga lo bikin gue
seneng,” Safina menyenggol Adam.
“Dih,
senggol senggol lagi,” kali ini Adam balas senggol Safina.
Panita
pun mulai mengumumkan, bahwa pendaftaran on the spot di tutup, dan lomba akan
segera di mulai.
Adam
memberikan semangat pada Safina, lalu minggir ke barisan penonton. Safina tak
sabar melakukannya.
Sampai
ia duduk sendiri diantara para peserta, ia mengenali sosok yang kini memandangnya
sinis. Rupanya ada yang sedang memperhatikannya dari tadi—Ralin.
“Ralin?”
pekik Safina. Bahkan suaranya nyaris tak terdengar, namun pola mulutnya
mengatakan nama seseorang itu. Ralin menyilangkan lengannya dan menghampiri
gadis itu, ia menyeringai.
“Oh,
lo kesini juga? Bagus!” ketusnya dengan tajam.
“G-gue,
nggak tahu lo disini… b-bukannya l-lo.. takut tinggi ya?” tanyanya takut takut.
“Takut?
Basi tau nggak! Yah, bagus deh lo disini—sama cowok lain lagi, gue buktiin ke
elo, kalo gue juga bisa lebih dari lo. Dan gak usah ganggu Reza!” Ralin
memandang Safina Remeh. Safina hanya tertunduk, ia tak ingin rebut. Ia disini
karena ingin menghilangkan stressnya, sebisa mungkin ia sabar menghadapi
sahabatnya itu.
TO BE CONTINUE


Tidak ada komentar:
Posting Komentar