Sudah sebulan setelah penerimaan tugas. Namun
keenamnya masih belum rapat lagi untuk melaporkan apa yang sudah di kerjakan.
Setelah mereka sibuk masing-masing, sehingga tak ada waktu bahkan untuk
bertengkar. Zoey yang diterima di penitipan anak Kevin, sekarang bertingkah
lebih manis dan sopan, karena takut pekerjaannya terancam, padahal Kevin tak
menilai itu dari sikapnya saat di sekolah. Ia hanya akan menilai saat di pekerjaan,
namun Zoey hanya terlalu takut.
Klerent
yang selalu mengikuti O’Hara pergi, membuat risih. Namun lama-lama O’Hara
menyadari, bahwa dirinya butuh teman untuk berbagi dengannya, karena selama ini
ia lebih suka melakukan segala sesuatu sendiri. Ia pun mulai menerima kehadiran
Klerent yang super ajaib, karena ia selalu berdalih mereka harus bersama untuk
menggarap tugas, yang kenyataannya rapat konsep hanya akan berakhir ricuh
antara keduanya dan gagal di garap.
Atau
Aurelia yang malu-malu untuk bisa dekat lagi dengan Kristof, karena Aurelia
tidak tahan lagi jika mereka berpura-pura tak saling mengenal. Dan lagi,
akhir-akhir ini Aurelia benar-benar menggenjot Kristof untuk belajar bahasa
Inggris, sekalian membuat untuk tugas-tugasnya. Istirahat, pulang sekolah, dan
bahkan hari libur dimanfaatkan mereka untuk ke perpustakaan sekolah maupun
kota. Kalau biasanya Aurelia menjadi budak, kini Kristof telah menjadi budak.
Dan itu malah membuat Kristof senang.
***
Dua
bulan kemudian—deadline tugas bahasa
Inggris.
Setelah
bekerja, Kevin meminta Zoey untuk menyempatkan waktunya searching atau mencari info untuk produsen mana yang akan di jadikan
iklan. Lalu setiap akhir pekan mereka akan berkeliling ke perusahaan-perusahaan
mencari yang mau bekerja sama, selain itu Kevin memanfaatkan fasilitasnya,
dimana ia bisa mencari tahu dari orangtua anak yang dititipkan, karena
rata-rata adalah anak bos. Zoey masih setia menemani, bahkan ia telah diangkat
sebagai sekertaris sementara untuk menggantikan sekertarisnya yang cuti
melahirkan. Akhirnya mereka menemukan perusahaan yang mau bekerja sama,
kebetulan memang baru merintis, jadi butuh layanan iklan. Meskipun terkesan
ecek-ecek, tapi mereka berusaha memaksimalkan pekerjaannya.
Kristof
yang benar-benar di training sama
Aurelia pun saat penggarapan tugas benar-benar di dorong oleh Aurelia, dimana
ia harus berpartisipasi bagaimana-pun caranya, setidaknya setelah mereka sering
belajar bareng Kristof ada kemajuan. Setelah menerima data dan profil produk
dari Kevin dan Zoey, mereka langsung menggarapnya. Sesekali mereka ber enam
bertemu untuk kesepakatan konsep yang diusung dari produk tersebut. Seperti
kesepakatan awal, mereka yeng membuat laporan dan kata-kata Inggrisnya, yang
akan menjadi juru bicara saat presentasi. Aurelia pun sekalian melatih Kristof.
Setelah
mendapat data-data dari yang lain, lalu giliran O’Hara dan Klerent yang mulai
men design iklannya. Bahkan mereka rela begadang semalaman untuk mengerjakan
itu—ceritanya mereka mengerjakan bareng ber enam di atap kos kosan Zoey, lalu
yang lain pada pulang tinggal Klerent dan O’Hara yang berjaga sampai subuh,
lalu ketiduran di meja. Atau memanfaatkan bekerja bersama sambil refreshing
bersama, ke taman, ke mall, atau di lain tempat dimana keduanya agar tidak
bosan.
***
Akhirnya.
Setelah tiga bulan perjuangan. Dengan hasil maksimal, mereka pun memetik
buahnya. Segala pekerjaan yang dilakukan sungguh sungguh pasti akan terbayar.
Terbukti karena ke enamnya mendapat nilai A pada tugasnya, bahka jika mereka
berkenan perusahaan yang di ajak kerja sama ingin mengontrak mereka untuk
proyek iklan bersama, dengan imbalan yang lumayan juga karena produk tersebut
sekarang menjadi terkenal.
Banyak
hal yang mereka lewati bersama. Dari yang awalnya tidak tahu menjadi tahu, yang
awalnya tak mengerti akhirnya mengerti, awalnya tak peduli menjadi peduli,
awalnya tak percaya menjadi percaya, bahkan ada yang awalnya membenci menjadi….
Ah silahkan diskripsikan sendiri, penulis membiarkan kalian berimajinasi
sendiri.
Seperti
yang sudah di janjikan. Di hari libur, mereka memutuskan untuk berlibur. Mereka
merencanakan untuk bersenang-senang di Orchid Park. Itu untuk merayakan segala
kerja keras mereka untuk sebuah nilai, bukan. Sekarang mereka merasa menjadi
lebih dekat—hal yang bahkan mereka tak bayangkan sama sekali mengingat selama
ini mereka sangat tak akur.
Di
Orchid Park mereka berkeliling ke taman hiburan dengan main juga berbagai
wahana dan games. Mereka sangat senang sekali. Sesekali mereka menjadi rival di
beberapa permainan. Mereka benar-benar menikmati waktu itu, mereka telah
menemukan sesuatu yang baru, yang tak pernah mereka temukan sebelumnya—keluarga
baru. Mengingat selama ini yang ada di sekolahnya hanyalah persaingan—tak ada
yang benar-benar menjadi teman di sekolah itu, dan ini adalah kesempatan langka
yang mereka dapatkan.
Ending?






Tidak ada komentar:
Posting Komentar