Kamis, 24 November 2016

Memulai Kembali-Monita Tahalea







Matahari sudah di penghujung petang
 Kulepas hari dan sebuah kisah 
Tentang angan pilu yang dahulu melingkupiku 
Sejak saat itu langit senja tak lagi sama
 
Sebuah janji terbentang di langit biru 
Janji yang datang bersama pelangi 
Angan-angan pilupun perlahan-lahan menghilang 
Dan kabut sendu pun berganti menjadi rindu
Aku mencari
 Aku berjalan 
Aku menunggu
 Aku melangkah pergi 
Kaupun tak lagi kembali
 
Sebuah janji terbentang di langit biru
 Janji yang datang bersama pelangi
 Angan-angan pilupun perlahan-lahan menghilang
 Dan kabut sendupun berganti menjadi rindu
 Sejak saat itu langit senja 
Tak lagi sama
 
Angan-angan pilupun perlahan-lahan menghilang 
Dan kabut sendupun berganti menjadi rindu 
Sejak saat itu langit senja 
Tak lagi sama
 
Aku mencari
 Aku berjalan
 Aku menunggu whoo ooh
 Aku melangkah pergi 
Kaupun tak lagi
 
Aku mencari
 Aku berjalan
 Aku menungguwhoo ooh
 Aku melangkah pergi
 Kaupun tak lagi
 Dan ku kan memulai kembali

Selasa, 08 November 2016

TENTANG 5 SECONDS OF SUMMER

Tentang 5SOS (5 SECONDS OF SUMMER)

      Wohoo, 5SOS ini gue pikir adalah band lawas yang sekelas Greenday atau Onereplupic, dan lain-lain. yah secara ya, gue tahu aja nih band saat gue suka hunting backsongnya acara My Trip My Adventure di TransTV. Saat itu gue lagi cari update terbaru lagu-lagu di MTMA. Ada beberapa sih yang muncul, sampai akhirnya ada satu lagunya 5SOS yang judulnya itu Broken Pieces. Selama itu ya gue berpikiran, mereka adalah band lawas dan lagunya easylistening saja. Dan gak ada niatan dari gue buat nyari tahu lebih dalam lagi tentang band ini.
      Setelah sekian lama nih, gue kan suka banget nih dengerin music western tapi yang jadi backsongnya MTMA aja sih. Hehe. Cuma kadang-kadang kalau ada music lain yah oke, asal barat. Setiap sore, gue juga selalu mantengin Breakout di NetTV, beberapa kali acara itu nampilin MV nya 5SOS, Cuma gue gak ngeh. Kata si Shila Dara dan Boy Wiliiam, kalau bicara music dan teens 5SOS juga termasuk deretan band yang masuk di dalamnya. 

      Suatu hari, di Breakout muterin MVnya yang berjudul Girls Talk Boys. Awlanya biasa saja, lama-lama pas lihat personilnya, kyaaa! Ganteng ganteng maaakk.. gila, kalo boleh bandingin sih, daripada OneD mending 5SOS. Akhirnya, gue coba-coba buat cari tahu nih tentang personilnya. Oh ya, si 5SOS ini asalnya dari Australia. Gue pikir mereka band lawas, pas lihat MVnya gue pikir mereka boyband. Nyatanya mereka band yang baru booming pada tahun 2014 dengan aliran pop rock, pop punk, semua personilnya memang jadi vokalis, pantesan sempat di bilang boyband, tapi mereka menolak di sebut itu, karena mereka bukan klub tari, LOL.
      5SOS terdiri dari,


 1. Luke Robert Hammings, lahir 16 July 1996. Dia di Vocal dan Gitar 5SOS, gue suka sih sama Luke karena facenya cute dan manis bangettt <3 apalagi dengan lesung pipitnya itu. Luke adalah leader 5SOS. Pantas saja saat di MV scene paling banyak adalah dia. 

2. Michael Gordon Clifford, lahir 20 November 1995. Dia di Vocal dan Gitar juga. Dia adalah yang paling menyita perhatian gue. Kenapa? Karena mengingatkanku pada sosok Viky Nitinegoro, entahlah dia terlihat somplak saja, LOL. Dan terlalu cute untuk tampilan badboynya. Tapi dari semua anggota, dia no 1 yang paling aku suka. 

3. Calum Thomas Hood, lahir 25 Januari 1996. Dia Vocal dan Bass. Dia adalah personel yang paling cute menurut gue. Gue kira di orang China, ternyata gue salah besar. Dia keturunan Skotlandia. Saat lihat MVnya dia juga salah satu yang terlihat beda, karena facenya Asia gitu deh.

4. Ashton Fletcher Irwin, lahir 7 July 1994. Dia di Vocal dan Drum. Dia adalah personel tertua dari 5SOS, yang menarik darinya adalah dimplesnya, walau masih kalah sih sama si Luke. Tapi setidaknya dia manis, hehe.
      Yes, itulah ulasan gue tentang 5SOS, dari keempatnya gue paling suka sama si Mikey. Oh Mikey, you is badboy but like cuteboy. Hanya saja pandanganku melihat si Mikey dan Luke hampir sama ya? Cuma banyak para fans yang bilang bromancenya Luke adalah Calum, entahlah. Gue hanya berargumen saja ya kan?

Minggu, 06 November 2016

Three Princess and Three Scout Boy Epilogue

EPILOG
O’Hara POV
            Aku tak menyangka kalau aku bisa dekat dengan seseorang, mengingat selama ini tak satupun siswa disini yang benar-benar bisa di jadikan teman, awalnya aku pesimis, tapi setelah mengenal dekat mereka, presepsiku benar-benar terbantahkan—kita membutuhkan satu sama lain.
            Klerent, dimana dia—yang biasanya menggangguku? Sudah satu minggu aku tak menemukannya—bahkan Kevin dan Kristof tak mengetahuinya, tunggu apa aku khawatir? Ah dasar anak itu. Bisa-bisanya menghilang. Ku telpon dan sms tak ada jawaban, apa aku harus ke rumahnya? Tunggu untuk apa? Ah ya? Sekarang bukankah kita teman dekat ya? Tapi, bukan itu… ada hal lain yang ku rasakan dalam hatiku, bukan perasaan sebagai teman, sahabat atau keluarga.

            Tiba-tiba saat aku melamun, Kevin dan yang lain membuyarkan lamunanku dengan memberiku sebuah kertas.
            “O’Hara gawat!” Seru Zoey.
            “Ini cepat baca! Dari Klerent, ia dating menemuiku dan memintaku memberikannya padaku.” Kata Kevin. Aku lalu membuka gulungan kertas itu. Isinya adalah gambarku, ia menggambar diriku melalui aplikasi di pc laptopnya, saat aku sedang tertidur waktu menggarap tugas waktu itu. Lalu ada sebuah kertas kecil yang berisi sebuah pesan. Membacanya lalu aku memutuskan untuk pergi. Meninggalkan yang lain yang teriak-teriak memanggilku menyuruhku kembali, tapi aku tak menggubris dan terus menerobos. Aku kabur, keluar dari sekolah memanjat pagar, naik bus dan membawa diriku kemana ku harus pergi.
            Setelah turun di halte setelah rumahku, lalu aku berlari. Sebelum semuanya terlambat. Aku terus berlari hingga tiba di sebuah rumah. Ku tekan bel rumahnya. Rumah itu tsepi dan tertutup rapat, aku berteriak. 

            “Klerent!”
            “Klerent, keluar! Apa kau tega sekali?” aku telah kehabisan tenagaku berteriak, tenggorokanku tercekat. Aku terlambat. Ia telah pergi, air mataku pun tumpah karena tak bisa membendung kesedihan. Iya, pesan itu berisi sebuah ungkapan perasaan sekaligus pamitan, Klerent akan pindah ke kota lain dalam waktu yang lama, entah sampai kapan. Bahkan dia tega tak memberitahuku langsung.
            Aku terduduk di depan pagar rumahnya.
            “Apa kau mencariku nona?” sebuah suara mengagetkanku. Itu Klerent. Spontan aku langsung menghambur memeluknya, ia-pun membalas pelukanku.
            “Kenapa kau begitu jahat padaku, menghilang dan tiba-tiba mau pergi?” Klerent melepaskan pelukannya, ia memandang wajahku yang sembab, lalu tersenyum.
            “Hey, maafkan aku. Lagipula aku tak jadi pergi. Haha. Tap setidaknya, aku tahu bagaimana khawatirnya kau padaku,” Klerent menyeringai, lalu aku memukulnya. Ia hanya meringis. 

Aurelia POV
            Beberapa waktu lalu ku jadikan Kristof sebagai budakku, aku benar-benar puas mengerjainnya—bagaimana tidak, ia begitu kesal namun tak bisa melawan karena dia tak ada wewenang. Kini setelah tugas selesai, selesai pula berbudakan ini. Dan aku berjanji padanya, saat ujian bahasi Inggris, jika Kristof bisa mendapat nilai A, maka aku akan mengabulkan satu keinginannya.
            Benar saja, ia mampu mendapat nilai A, dan aku harus menepati janjiku. Ia meminaku, untuk menghabiskan waktu 24 jam bersamanya a.k.a aku akan menjadi budaknya seharian full. 

            Dimulai pada pagi hari, aku telah pamit pada ibuku untuk menginap di rumah Zoey. Dan Zoey sudah ku beri tahu rencana ini, agar ibuku tak khawatir, Zoey pun setuju. Kita bertemu di taman dekat sekolah.

            Aku pikir aku benar-benar akan menjadi budaknya, ternyata aku salah besar. Dia memang menyuruhku ini itu tapi aku senang melakukan ini itu tanpa paksaan, benar kan? Kami menghabis kan waktu bersama seharian, saat ditaman kita piknik ala ala pasangan, walaupun kita bukan pasangan, tapi aku sama sekali tak keberatan. 

Lalu siang hari kita jalan-jalan di mall, sore hari kita main ding dong, lalu nonton film, dan malam hari kita makan malam roamtis di sebuah restoran. Karena jatahnya adalah sampai pagi, Kristof mengajakku ke sebuah tempat di perbukitan, di puncak. Tempat yang indah. Kita habiskan waktu untuk bercengkrama sampai pagi. Namun sejauh ini, tak ada lagi seorang Kristof mengungkapkan perasaannya. Mungkin dia terlalu lelah, lelah mengejarku dan benar-benar ingin melupakanku, hingga mungkin ini adalah permintaan terakhirnya.
            “Aurelia, kau tahu.” Katanya saat kita sedang asyik melihat lampu gemerlap kota, waktu itu pukul 02.00.
            “Ya?” Jawabku memandangnya namun ia tak berpaling dari pandangan sebelumnya.
            “Kau mungkin menginginkanku suatu saat kemudian. Aku akan tetap menunggumu, entah sampai kapan. Bahkan saat aku lelah, aku takkan menyerah mendapatkannmu. Kau harus ingat itu,” namun tanpa sempat aku menjawab, karena dari tadi aku berdiam diri saja, ia menggandengku dan mengajakku pulang.
Zoey POV
            Bekerja dengan Kevin, ku pikir dia akan benar-benar membalas semua perbuatanku selama ini, tapi kenyataannya aku salah besar. Selama ini hanya aku saja yang jahat padanya karena keanehannya, yah dia emang aneh saat di dekat cewek, payah. Padahal dengan posisinya sebagai CEO aja seharusnya bisa menarik perhatian banyak cewek, tapi dia cenderung menutupi itu semua. Aku sampai malu, betapa bodohnya aku selalu bertindak seenaknya pada seorang CEO ini.

            Dia begitu baik dengan ku menolong walaupun aku sama sekali tak bisa membalasnya. Sama, sama seperti perasaan ini yang tumbuh begitu saja tanpa pamit membuatku malu, aku sama sekali tak pantas dengannya, kau tahu kan? Aku hanya gadis desa yang ke kota untuk mencari ilmu dan menghidupi diriku disini, derajatku sangat rendah. Sama sekali tak pantas. Jadi ku pikir, lebih baik tuk ku pendam saja semuanya. Dan berjalan semstinya.

            Hingga suatu ketika, ada sebuah pesta di rumah Kevin, aku di undang olehnya. Entahlah pesta apa, sepertinya pesta perusahaan orangtuanya. Aku bahkan tak memiliki gaun untuk ke pestanya. Sempat berfikir untuk tak datag, namun di sore hari Kevin dating ke kosanku dan membawakanku sebuah gaun putih yang cantik dan sepatu.
            Kevin menungguku berdaandan, setelah aku mengganti baju ku, aku terlihat begitu elegan. Aku tak pernah menggunakan pakaian se cantik ini.
            “Cantik Zoey.” Komentar Kevin melihatku, itu membutku tersipu malu. Dia mengajakku ke mobilnya dan meluncurkan mobilnya ke rumahnya, setelah sebelumnya ia pergi ke salon mengambil dan mengganti bajunya. 

            Tiba di sebuah kompleks perumahan elit. Selama ini kita belum pernah main ke rumah Kevin. Kita hanya ke penitipan anak karena seperti rumah sendiri bagi Kevin. Lalu ku lihat di ujung sana banyak  mobil-mobil, ku pikir itu mungkin rumahnya.
            “Kevin, aku sangat gugup. Apa kau tak apa mengajakku kemari?”
            “Tenang saja, semua akan baik-baik saja,” tiba-tiba Kevin menggenggam tanganku, mencoba meyakinkanku, namun malah membutku sangat gugup.
            Aku turun dari mobilnya, ia menggandengku. Aku sama sekali tak menyangka bahwa ia, mengenalkanku pada semua orang sebagai seorang soulmate. Apa dia gila, apa dia hanya berpura-pura?
            Kemudian aku bertemu dengan ibu dan ayahnya, ayahnya begitu humble dan ibunya begitu… begitu sangat elegan, bahkan mengobrolpun enggan. Aku jadi merasa minder.
            Seusai acara, Kevin mengantarkanku pulang. Daripada aku mati penasaran, aku langsung saja bertanya tentang maksudnya tadi bahwa kita adalah soulmate.
            “Apa maksudmu tadi?”
            “Tadi yang mana? Yang apa?” katanya gelagapan.
            “Tadi, kau memperkenalkanku sebagai apa?”
            “Kau adalah soulmateku.”
            “Mengapa kau tak bicarakan padaku?”
            “Apa aku harus, saat semua begitu jelas. Sekarang aku Tanya, apa kau mencintaiku?” Kevin menepikan mobilnya, pertanyaannya membuatku tak berdaya, aku tidak tahu harus bagaimana.
            “Masa depanmu masih jauh Kevin, kau harus memikirkan itu semua. Dan aku… aku hanyalah gadis desa, dan aku sama sekali tak…” belum selesai aku mengatakanya, tiba-tiba ia membekap mulutku lalu kita melanjutkan perjalanan pulang.


THE END

TPTSB Part 5



Sudah sebulan setelah penerimaan tugas. Namun keenamnya masih belum rapat lagi untuk melaporkan apa yang sudah di kerjakan. Setelah mereka sibuk masing-masing, sehingga tak ada waktu bahkan untuk bertengkar. Zoey yang diterima di penitipan anak Kevin, sekarang bertingkah lebih manis dan sopan, karena takut pekerjaannya terancam, padahal Kevin tak menilai itu dari sikapnya saat di sekolah. Ia hanya akan menilai saat di pekerjaan, namun Zoey hanya terlalu takut.

            Klerent yang selalu mengikuti O’Hara pergi, membuat risih. Namun lama-lama O’Hara menyadari, bahwa dirinya butuh teman untuk berbagi dengannya, karena selama ini ia lebih suka melakukan segala sesuatu sendiri. Ia pun mulai menerima kehadiran Klerent yang super ajaib, karena ia selalu berdalih mereka harus bersama untuk menggarap tugas, yang kenyataannya rapat konsep hanya akan berakhir ricuh antara keduanya dan gagal di garap. 

            Atau Aurelia yang malu-malu untuk bisa dekat lagi dengan Kristof, karena Aurelia tidak tahan lagi jika mereka berpura-pura tak saling mengenal. Dan lagi, akhir-akhir ini Aurelia benar-benar menggenjot Kristof untuk belajar bahasa Inggris, sekalian membuat untuk tugas-tugasnya. Istirahat, pulang sekolah, dan bahkan hari libur dimanfaatkan mereka untuk ke perpustakaan sekolah maupun kota. Kalau biasanya Aurelia menjadi budak, kini Kristof telah menjadi budak. Dan itu malah membuat Kristof senang.

***                                             
            Dua bulan kemudian—deadline tugas bahasa Inggris.
            Setelah bekerja, Kevin meminta Zoey untuk menyempatkan waktunya searching atau mencari info untuk produsen mana yang akan di jadikan iklan. Lalu setiap akhir pekan mereka akan berkeliling ke perusahaan-perusahaan mencari yang mau bekerja sama, selain itu Kevin memanfaatkan fasilitasnya, dimana ia bisa mencari tahu dari orangtua anak yang dititipkan, karena rata-rata adalah anak bos. Zoey masih setia menemani, bahkan ia telah diangkat sebagai sekertaris sementara untuk menggantikan sekertarisnya yang cuti melahirkan. Akhirnya mereka menemukan perusahaan yang mau bekerja sama, kebetulan memang baru merintis, jadi butuh layanan iklan. Meskipun terkesan ecek-ecek, tapi mereka berusaha memaksimalkan pekerjaannya.

            Kristof yang benar-benar di training sama Aurelia pun saat penggarapan tugas benar-benar di dorong oleh Aurelia, dimana ia harus berpartisipasi bagaimana-pun caranya, setidaknya setelah mereka sering belajar bareng Kristof ada kemajuan. Setelah menerima data dan profil produk dari Kevin dan Zoey, mereka langsung menggarapnya. Sesekali mereka ber enam bertemu untuk kesepakatan konsep yang diusung dari produk tersebut. Seperti kesepakatan awal, mereka yeng membuat laporan dan kata-kata Inggrisnya, yang akan menjadi juru bicara saat presentasi. Aurelia pun sekalian melatih Kristof.

            Setelah mendapat data-data dari yang lain, lalu giliran O’Hara dan Klerent yang mulai men design iklannya. Bahkan mereka rela begadang semalaman untuk mengerjakan itu—ceritanya mereka mengerjakan bareng ber enam di atap kos kosan Zoey, lalu yang lain pada pulang tinggal Klerent dan O’Hara yang berjaga sampai subuh, lalu ketiduran di meja. Atau memanfaatkan bekerja bersama sambil refreshing bersama, ke taman, ke mall, atau di lain tempat dimana keduanya agar tidak bosan.

***
            Akhirnya. Setelah tiga bulan perjuangan. Dengan hasil maksimal, mereka pun memetik buahnya. Segala pekerjaan yang dilakukan sungguh sungguh pasti akan terbayar. Terbukti karena ke enamnya mendapat nilai A pada tugasnya, bahka jika mereka berkenan perusahaan yang di ajak kerja sama ingin mengontrak mereka untuk proyek iklan bersama, dengan imbalan yang lumayan juga karena produk tersebut sekarang menjadi terkenal.
            Banyak hal yang mereka lewati bersama. Dari yang awalnya tidak tahu menjadi tahu, yang awalnya tak mengerti akhirnya mengerti, awalnya tak peduli menjadi peduli, awalnya tak percaya menjadi percaya, bahkan ada yang awalnya membenci menjadi…. Ah silahkan diskripsikan sendiri, penulis membiarkan kalian berimajinasi sendiri.
            Seperti yang sudah di janjikan. Di hari libur, mereka memutuskan untuk berlibur. Mereka merencanakan untuk bersenang-senang di Orchid Park. Itu untuk merayakan segala kerja keras mereka untuk sebuah nilai, bukan. Sekarang mereka merasa menjadi lebih dekat—hal yang bahkan mereka tak bayangkan sama sekali mengingat selama ini mereka sangat tak akur.
            Di Orchid Park mereka berkeliling ke taman hiburan dengan main juga berbagai wahana dan games. Mereka sangat senang sekali. Sesekali mereka menjadi rival di beberapa permainan. Mereka benar-benar menikmati waktu itu, mereka telah menemukan sesuatu yang baru, yang tak pernah mereka temukan sebelumnya—keluarga baru. Mengingat selama ini yang ada di sekolahnya hanyalah persaingan—tak ada yang benar-benar menjadi teman di sekolah itu, dan ini adalah kesempatan langka yang mereka dapatkan.

Ending?