LOVE
SICK (Remake from Cupid Stupid by Novel Nusantara)
Cast :
Gerald (Kai), Hanna (Yoona), Albi (Chanyeol), Meisha (Irene), Reno (Sehun).
Genre :
Young, Drama, Romance, Friendship, Family.
Rate :
B.O. +- 15
Musim
panas tiba di bulan Agustus. Suasana kota sangat panas dan menyengat. Namun,
perkuliahan semester ini telah di mulai. Di sebuah kantin kampus yang lumayan
terkenal, tengah duduk ketiga sahabat karib dengan gayanya masing-masing.
Kai
tengah asyik bermain dengan iPhone nya—sambil tersenyum kadang menyeringai, di
sampingnya Chanyeol sedang sibuk membolak-balik buku yang telah ia pinjam di
perpustakaan—merasa tidak paham dengan isi buku, di sisi lain Sehun—yang
notabenenya beda semester asyik melahab mie ayam bakso dan bubble tea
pesanannya. Sampai akhirnya Chanyeol membuka percakapan.
“Ya!
Kalian ini benar-benar, ishh! Apa tak bisa menghiburku, huh?” omel Chanyeol
yang merasa sumpek.
“Andwe[1], hyung[2]!
Issh.. kau ini!” Sehun kesal karena mie ayamnya di serobot seenak jidat oleh
Chanyeol.
“Sudah
sana, kau pesan lagi. Aku yang bayar,” kini Kai menanggapi keluhan Sehun.
“Jinjja[3]?
Okey deh! pak pethen mie ayam lagi thatu ya!” Sehun memekik dengan gaya
cadelnya segera memesan makanan karena gratis.
“Wih, si
playboy kucai pasti dapat mangsa baru nih, tumben baik. Hehe.” Kini Chanyeol
menebak asal.
“Haha,
enggak! Malah aku abis mutusin cewek, jadi aku seneng, ahaha.” Bukannya sedih,
Kai malah terkekeh.
“Ah, kau
ini, tobat bro… ntar kena karma lagi!” Sehun mulai menyantap mie ayam yang baru
datang sambil berceramah.
“Cih!
Coy! Coy!” Kai mengetuk-ngetuk meja, tanda tak ingin mendapat karma. Kedua
sohib—yang beda generasi itu saling terkekeh. Kai dan Sehun masih semester
lima, tapi Chanyeol sudah semester tujuh—dan sibuk skripsi.
“Emang
kenapa kok diputusin?” tanya Chanyeol yang sebenarnya tidak penasaran, hanya
saja gedeg sama tingkah Kai yang semakin hari semakin menjadi.
“Ah,
malas dan bosen aja sama dia,” kini Kai yang menjawab jengah pertanyaan—yang
menurutnya basi itu.
“Ngomong-ngomong,
daripada kau banyak mengolekthi cewek-cewek yang nantinya bakal kau buang,
mending kau kenal kan aku lah thatu, ya ya ya!” kini Sehun memamerkan deretan
gigi-putihnya dan tersenyum paling imut—menurutnya sendiri dan mata di buat
puppy eyes.
“Ashh…”
Chanyeol dan Kai muntah-muntah melihat kelakuan ajaib Sehun.
***
Persahabatan
Kai dan Sehun sudah terjalin sejak masih bayi, dan Chanyeol adalah kakak kelas
mereka waktu SMA. Mereka bertemu saat SMA karena memiliki kekerenan yang sama
dan bisa jadi popular. Sejak SMA mereka selalu bersama—dan teman-temannya suka
menjuluki mereka “Trio Bangsad/Geng Bangsad” menurut mereka, ketiga cowok keren
ini memiliki tampang preman dan nakal sejak SMA. Mereka memiliki look yang sama dengan cara berbeda. Kai
tinggi semampai, namun memiliki kulit yang coklat sawo matang, atletis, dan
wajah garang tapi sangat enak di pandang—alias tampan, mendadak playboy
gara-gara masa lalu. Chanyeol yang paling tinggi, bisa di bilang jangkung,
memiliki telinga lebar seperti kurcacinya the hobbit, tapi yang paling baik dan
ramah, kadang nyebelin dan jahil, wajahnya manis, suka sama satu cewek tapi gak
pernah berani dekat-dekat/kenalan. Sehun juga tinggi, bak model bodynya proposional, kulitnya putih
bersih, wajahnya paling imut dan babyface,
dan cadel, aslinya pendiam dan pemalu—walau banyak yang suka—dia malah
ketakutan sendiri sama cewek-cewek—makanya susah dapat pacar.
“Ya!
Kai, aku mau tantang kau!” mereka yang tiba di pelataran parkiran sedang
nongkrong dengan kerennya.
“Cih,
apaan?” Kai meremehkan Chanyeol yang menurutnya cupu itu.
“Kita
balapan!”
“seolma[4]!”
pekik Kai dan Sehun bersamaan.
“Aku
serius, jangan meremehkanku deh,” kini Chanyeol berkata mantap.
“Ya,
okelah.” Kai pun menerima tantangan itu.
“Oke,
kalau kau menang, aku bakal ngasih apapun yang kau mau, tapi…” Chanyeol
menggantung kalimatnya. “Kalau aku yang menang.. kau harus deketin Irene anak
Sastra,”
“Ya! Hyung kau gila? Bukankah itu gadis yang
kau suka sejak semester satu?” kali ini Sehun angkat bicara, Kai hanya menatap
Chanyeol intens guna mencari kesan bercanda.
“Hyung.. apa kau serius?” Kai mencoba
bertanya kembali—untuk apa menantangnya jika dia sudah menyukai gadis itu, tak
mungkin jika Kai merebutnya.
“Sangat
serius. Makanya kau hanya dekati—bukan memacari, karena aku pengen tahu
tentangnya…” Chanyeol menatap langit nyalang, sudah hampir tiga tahun ia
menjadi penggemar rahasia Irene, tapi keberaniannya nol.
“Ah,
terserahlah!” kini Kai hanya bisa pasrah—ia sangat yakin dengan ide konyol
Chanyeol, bahwa ia bisa menang melawan Chanyeol—walaupun selama ini ia tak
pernah tahu kemampuan sahabatnya itu—karena dirinyalah yang sering melakukakn
kegiatan ekstrem itu.
***
Di
rumah, Yoona bersama ayahnya sedang sarapan.
“Yoona,
nanti kau pulang cepat ya! Karena akan ada bos ayah bersama keluarganya kesini.
Mereka ingin mengenalmu, bos ayah juga datang bersama anaknya.” Titah ayah
Yoona membuat mood Yoona seketika
turun dan tak bernapsu makan.
“Jadi
Yoona fix di jodohin?” kali ini Yoona
mencebikkan bibirnya.
“Bukankah
sama seperti kakakmu Yuri dan Suho, mereka menikah karena ayah jodohin—dan
mereka cocok.” Kali ayahnya mengingatkan lagi bahwa perjodohannya selalu
berhasil.
“Tau
deh. Yoona berangkat dulu!” Yoona segera
bergegas pergi ke kampus, mengingat nanti ia akan di jodohkan saja membuatnya
malas pulang ke rumah.
***
Disisi
lain, Chanyeol dan Kai siap bertanding. Di tengah mereka sudah berdiri Sehun
dengan bandana yang akan ia jadikan tap to start.
“Thiap
ya! Thatu… dua… tiga!” setelah hentakan Sehun, keduanya melajukan motor
sportnya dengan kencang.
Balapan
pun terlihat sangat sengit, rupanya Chanyeol memiliki kemampuan yang tak kalah
hebat dengan Kai. Terbukti sekarang Chanyeol melesat dan sangat lincah. Bahkan
Kai kuwalahan di buatnya.
Dan pada
akhirnya, Chanyeol sampai duluan. Kai hanya mendengus kesal. Chanyeol tersenyum
bangga. Sehun menepuk bahu Kai agar sabar.
“Ingat
Kai, janji adalah janji!” Chanyeol mengingatkan permintaannya.
“Hyung! Kau tak mau mengubah keinginanmu?
Gwenchanayo[5]?”
Sehun menatap Chanyeol khawatir.
“Aku
yakin Sehun-ah, kau tenang saja.” Chanyeol menatap tajam Kai.
“Yah,
okey. Kapan aku memulai?” kini Kai menyerah dengan tuntutan konyol itu.
“Siang
ini, di perpustakaan.” Chanyeol berkata mantap.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar