Selasa, 12 September 2017

Love Sick (Part 1)






LOVE SICK (Remake from Cupid Stupid by Novel Nusantara)
Cast            : Gerald (Kai), Hanna (Yoona), Albi (Chanyeol), Meisha (Irene), Reno (Sehun).
Genre          : Young, Drama, Romance, Friendship, Family.
Rate            : B.O. +- 15    

       Musim panas tiba di bulan Agustus. Suasana kota sangat panas dan menyengat. Namun, perkuliahan semester ini telah di mulai. Di sebuah kantin kampus yang lumayan terkenal, tengah duduk ketiga sahabat karib dengan gayanya masing-masing.
       Kai tengah asyik bermain dengan iPhone nya—sambil tersenyum kadang menyeringai, di sampingnya Chanyeol sedang sibuk membolak-balik buku yang telah ia pinjam di perpustakaan—merasa tidak paham dengan isi buku, di sisi lain Sehun—yang notabenenya beda semester asyik melahab mie ayam bakso dan bubble tea pesanannya. Sampai akhirnya Chanyeol membuka percakapan.
       “Ya! Kalian ini benar-benar, ishh! Apa tak bisa menghiburku, huh?” omel Chanyeol yang merasa sumpek.
       Andwe[1], hyung[2]! Issh.. kau ini!” Sehun kesal karena mie ayamnya di serobot seenak jidat oleh Chanyeol.
       “Sudah sana, kau pesan lagi. Aku yang bayar,” kini Kai menanggapi keluhan Sehun.
       Jinjja[3]? Okey deh! pak pethen mie ayam lagi thatu ya!” Sehun memekik dengan gaya cadelnya segera memesan makanan karena gratis.
       “Wih, si playboy kucai pasti dapat mangsa baru nih, tumben baik. Hehe.” Kini Chanyeol menebak asal.
       “Haha, enggak! Malah aku abis mutusin cewek, jadi aku seneng, ahaha.” Bukannya sedih, Kai malah terkekeh.
       “Ah, kau ini, tobat bro… ntar kena karma lagi!” Sehun mulai menyantap mie ayam yang baru datang sambil berceramah.
       “Cih! Coy! Coy!” Kai mengetuk-ngetuk meja, tanda tak ingin mendapat karma. Kedua sohib—yang beda generasi itu saling terkekeh. Kai dan Sehun masih semester lima, tapi Chanyeol sudah semester tujuh—dan sibuk skripsi.
       “Emang kenapa kok diputusin?” tanya Chanyeol yang sebenarnya tidak penasaran, hanya saja gedeg sama tingkah Kai yang semakin hari semakin menjadi.
       “Ah, malas dan bosen aja sama dia,” kini Kai yang menjawab jengah pertanyaan—yang menurutnya basi itu.
       “Ngomong-ngomong, daripada kau banyak mengolekthi cewek-cewek yang nantinya bakal kau buang, mending kau kenal kan aku lah thatu, ya ya ya!” kini Sehun memamerkan deretan gigi-putihnya dan tersenyum paling imut—menurutnya sendiri dan mata di buat puppy eyes.
       “Ashh…” Chanyeol dan Kai muntah-muntah melihat kelakuan ajaib Sehun.
***
       Persahabatan Kai dan Sehun sudah terjalin sejak masih bayi, dan Chanyeol adalah kakak kelas mereka waktu SMA. Mereka bertemu saat SMA karena memiliki kekerenan yang sama dan bisa jadi popular. Sejak SMA mereka selalu bersama—dan teman-temannya suka menjuluki mereka “Trio Bangsad/Geng Bangsad” menurut mereka, ketiga cowok keren ini memiliki tampang preman dan nakal sejak SMA. Mereka memiliki look yang sama dengan cara berbeda. Kai tinggi semampai, namun memiliki kulit yang coklat sawo matang, atletis, dan wajah garang tapi sangat enak di pandang—alias tampan, mendadak playboy gara-gara masa lalu. Chanyeol yang paling tinggi, bisa di bilang jangkung, memiliki telinga lebar seperti kurcacinya the hobbit, tapi yang paling baik dan ramah, kadang nyebelin dan jahil, wajahnya manis, suka sama satu cewek tapi gak pernah berani dekat-dekat/kenalan. Sehun juga tinggi, bak model bodynya proposional, kulitnya putih bersih, wajahnya paling imut dan babyface, dan cadel, aslinya pendiam dan pemalu—walau banyak yang suka—dia malah ketakutan sendiri sama cewek-cewek—makanya susah dapat pacar.
       “Ya! Kai, aku mau tantang kau!” mereka yang tiba di pelataran parkiran sedang nongkrong dengan kerennya.
       “Cih, apaan?” Kai meremehkan Chanyeol yang menurutnya cupu itu.
       “Kita balapan!”
       seolma[4]!” pekik Kai dan Sehun bersamaan.
       “Aku serius, jangan meremehkanku deh,” kini Chanyeol berkata mantap.
       “Ya, okelah.” Kai pun menerima tantangan itu.
       “Oke, kalau kau menang, aku bakal ngasih apapun yang kau mau, tapi…” Chanyeol menggantung kalimatnya. “Kalau aku yang menang.. kau harus deketin Irene anak Sastra,”
       “Ya! Hyung kau gila? Bukankah itu gadis yang kau suka sejak semester satu?” kali ini Sehun angkat bicara, Kai hanya menatap Chanyeol intens guna mencari kesan bercanda.
       Hyung.. apa kau serius?” Kai mencoba bertanya kembali—untuk apa menantangnya jika dia sudah menyukai gadis itu, tak mungkin jika Kai merebutnya.
       “Sangat serius. Makanya kau hanya dekati—bukan memacari, karena aku pengen tahu tentangnya…” Chanyeol menatap langit nyalang, sudah hampir tiga tahun ia menjadi penggemar rahasia Irene, tapi keberaniannya nol.
       “Ah, terserahlah!” kini Kai hanya bisa pasrah—ia sangat yakin dengan ide konyol Chanyeol, bahwa ia bisa menang melawan Chanyeol—walaupun selama ini ia tak pernah tahu kemampuan sahabatnya itu—karena dirinyalah yang sering melakukakn kegiatan ekstrem itu.
***
       Di rumah, Yoona bersama ayahnya sedang sarapan.
       “Yoona, nanti kau pulang cepat ya! Karena akan ada bos ayah bersama keluarganya kesini. Mereka ingin mengenalmu, bos ayah juga datang bersama anaknya.” Titah ayah Yoona membuat mood Yoona seketika turun dan tak bernapsu makan.
       “Jadi Yoona fix di jodohin?” kali ini Yoona mencebikkan bibirnya.
       “Bukankah sama seperti kakakmu Yuri dan Suho, mereka menikah karena ayah jodohin—dan mereka cocok.” Kali ayahnya mengingatkan lagi bahwa perjodohannya selalu berhasil.
       “Tau deh.  Yoona berangkat dulu!” Yoona segera bergegas pergi ke kampus, mengingat nanti ia akan di jodohkan saja membuatnya malas pulang ke rumah.
***
       Disisi lain, Chanyeol dan Kai siap bertanding. Di tengah mereka sudah berdiri Sehun dengan bandana yang akan ia jadikan tap to start.
       “Thiap ya! Thatu… dua… tiga!” setelah hentakan Sehun, keduanya melajukan motor sportnya dengan kencang.
       Balapan pun terlihat sangat sengit, rupanya Chanyeol memiliki kemampuan yang tak kalah hebat dengan Kai. Terbukti sekarang Chanyeol melesat dan sangat lincah. Bahkan Kai kuwalahan di buatnya.
       Dan pada akhirnya, Chanyeol sampai duluan. Kai hanya mendengus kesal. Chanyeol tersenyum bangga. Sehun menepuk bahu Kai agar sabar.
       “Ingat Kai, janji adalah janji!” Chanyeol mengingatkan permintaannya.
       Hyung! Kau tak mau mengubah keinginanmu? Gwenchanayo[5]?” Sehun menatap Chanyeol khawatir.
       “Aku yakin Sehun-ah, kau tenang saja.” Chanyeol menatap tajam Kai.
       “Yah, okey. Kapan aku memulai?” kini Kai menyerah dengan tuntutan konyol itu.
       “Siang ini, di perpustakaan.” Chanyeol berkata mantap.


[1] jangan
[2] Kakak/mas
[3] sungguh
[4] Tidak mungkin
[5] Tidak apa-apa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar