WE
DON’T TALK ANYMORE
Flashfiction
from song by Charlie Puth Ft. Selena Gomez
♫We don’t talk anymore
Kita tak saling bicara lagi ♫
Setelah apa yang
terjadi pada kita. Kita tak pernah lagi ingin bertemu, kita sudah tak pernah
lagi bicara, kau abaikan panggilanku, kau tak menoleh, kita seperti tak
mengenal satu sama lain. menyakitkan bukan? Bukan seperti ini yang ku inginkan.
Tapi mungkin ini yang kau inginkan—Charlie.
Semua yang terjadi pada
kita bukan kehendaku saja, semua terjadi karena memang kita tak mungkin
bersama. Maaf karena selalu mereject
panggilanmu, karena itu satu-satunya cara agar ku bisa melupakanmu, bukan aku
yang mau. Hanya saja ini juga sangat berat olehku. Tak lagi bicara denganmu,
mengabaikanmu. Aku hanya belum siap dengan apa yang terjadi, hati ini masih
takut—Selena.
♫Like we used to do
Seperti yang biasa kita lakukan
We don’t love anymore
Kita tak saling cinta lagi
What was all of it for?
Apa maksud semua ini? ♫
Kau
lakukan kegiatanmu seperti biasa, seperti dulu sebelum kita saling mengenal dan
bersama. Kulakukan apa yang harus ku lakukan. Semua nya mungkin terlihat biasa
saja dan normal. Tapi, tahukah kau, aku masih belum terbiasa dengan semua ini.
Tapi aku berusaha untuk menyembunyikan itu dari semuanya, karena mungkin kau
sudah sangat terbiasa. Karena lagi-lagi kau selalu abaikan panggilanku. Mengapa
harus seperti ini? Saat di keramaian yang sesak, dan lampu gemerlap malam
benderang, aku berdiri sendiri, mengingat yang ku ingat dan semua semakin
terasa sesak dan gelap. Lalu ku lanjutkan jalanku—Charlie.
Ku
lakukan apa yang menerutku bisa ku lakukan agar aku melupakanmu. Aku akan terus
mereject panggilanmu sampai dirasa kau
telah lelah. Sama, sama seperti hatiku yang sudah sangat lelah ini. Aku ingin
bahagia. Aku mencarinya dengan cara lain, cara yang memang biasa ku gunakan
sebelum mengenalmu. Aku yakin kau juga melakukan apa yang ku lakukan. Tapi aku
tak yakin, apa kau masih memikirkanku. Karena aku sekarang sedang memikirkanmu
saat aku bersama teman-temanku disini, aku tertawa melihat mereka tertawa tapi
sejujurnya sadarku kosong. Ini sama sekali tak bekerja, lalu aku pergi
meninggalkan mereka, berjalan di tengah ramainya kota di malam hari.
Sendirian—Selena.
♫I just heard you found the one you’ve been looking
Aku hanya dengar kau temukan yang kau cari
You’ve been looking for
Kau tlah mencari
I wish I would have known that wasn’t me
Aku berharap, aku tahu itu bukan aku
Cause even after all this time I still wonder
Karena setelah sekian lama ini aku masih
bertanya-tanya
Why I can’t move on
Kenapa aku tak bisa lakukan
Just the way you did so easily
Hanya dengan cara yang kau lakukan begitu mudah♫
Sekian
lama aku merasa aku sudah menyerah terhadapmu. Aku tak akan ganggu lagi
kehidupanmu. Aku akan bebaskan semuanya, karena aku tak ingin kau semakin muak
denganku. Lalu samar-samar aku mendapat kabar tentang kau. Mereka bilang kau
telah menemukannya. Menemukan kebahagiaan yang kau cari. Ah, aku ikut
bersyukur. Aku ikut senang jika kau bisa bahagia. Aku hanya bisa berharap
semoga itu berlangsung lama, meskipun aku tahu bukan aku orang yang bisa
membahagiakan mu. Setidaknya aku tetap senang kau bisa bahagia. Namun aku
bmasih bingung. Setelah sekian lama ini aku masih memikirkanmu, aku masih belum
bisa melakukan apa yang kau lakukan, mencari yang lain? itu sungguh tak mudah.
Tapi mengapa kau melakukan itu dengan mudah ya? Ah, terserah lah. Apapun itu
aku disini hanya berharap yang terbaik untukmu—Charlie.
Aku
memang mulai mencari-cari. Karena aku sudah lelah. Aku tahu sepertinya kau juga
sudah lelah, karena kau tak lagi menghubungiku. Ada rasa kehilangan yang besar
dalam diriku sejak saat itu. Tapi, sekali lagi ini adalah caraku melupakanmu.
Kalau orang bilang aku sudah bahagia, itu salah besar, aku memang telah
menemukan seseorang yang baru, tapi ia sama sekali tak bisa menggantikanmu.
Bukankah kau juga telah menemukan? Aku mendengarnya dari yang lain. aku turut
bahagia kalau kau menemukan penggantiku, karena disini aku juga masih berusaha
mencari bahagiaku yang nyatanya belum ku temukan itu. Aku tak percaya ini. Lalu
akan tetap melakukan apapun itu tanpamu lagi. Entahlah—Selena.
♫Don’t wanna know
Tak ingin tahu
What kind of dress you’re wearing tonight
Pakaian yang kau kenakan malam ini
If he’s holding in to you so tight
Jika dia memelukmu begitu erat
The way I did before
Seperti yang kulakukan sebelumnya♫
Semakin
membuatku frustasi saja. Aku sudah tak ingin memikirkan mu lagi. Tak ingin tahu
apa yang kau lakukan lagi. Aku ingin berhenti. Aku ingin sekali berhenti. Tapi
kau selalu muncul dalam kepalaku. Tentang apa yang sedang kau lakukan, apa yang
kau kenakan saat jalan, apakah kau masih cantik, atau semakin cantik? Ah, atau
kau sedang berduaan dengan pacar barumu? Apakah kau juga mendapatkan pelukan
eratnya? Apakah kau mencintainya? Apakah kau diperlakukan sama apa yang ku
lakukan untukmu dahulu? Aarrghh.. aku semakin ingin marah. Tapi aku siapa? Aku
hanya bisa memandang foto-foto lama kita di layar HP ku. Ku ambil jaketku, lalu
ku putuskan untuk pergi. Mungkin ke klub bisa sedikit melupakanmu—Charlie.
Aku
berjalan sendirian. Nyatanya aku memang sendirian. Mereka hanyalah yang
sebentar mengibur. Tidak, tidak. Mereka sama sekali tak dapat menghiburku. Aku
masih memikirkanmu, meskipun ada orang yang berusaha mencoba membuatku bahagia.
Tapi aku melihatnya tak sepertimu. Dia tak hangat dan terkesan dingin. Aku
bahkan memakai pakaian yang terkesan slebor selama dengannya, aku hanya ingin
terlihat cantik saat di depanmu saja. Tapi aku lupa. Kita sudah tak pernah
bicara lagi. Mungkin kau sudah bersama yang lain, kau mungkin memperlakukannya
hangat dan manis, atau lebihh dari yang kau lakukan untukku. Aku hanya bisa
tersenyum kecut. Apakah kau memandang matanya seperti kau memandangku? Apa kau
memberikan nya pelukan itu. Aku hanya memandang kota ini kosong. Aku tak
bahagia—Selena.
♫I overdosed
Aku overdosis
Should’ve known your love was
a game
Seharusnya sadar kalau cintamu adalah permainan
Now I can’t get you out of my brain
Kini aku tak bisa menyingkirkan mu dari pikiranku
Oh, it’s such a shame
Oh, sungguh memalukan♫
Yah,
ke klub adalah pilihan terbaikku. Ku mulai dengan memesan beberapa botol beer.
Mungkin aku akan mabuk. Dengan begitu akan ku lupakan semua tentangmu, ahh..
atau sebaiknya overdosis saja? Apakah aku saja yang terlalu bodoh? Bodoh karena
cintaku tak pernah berbalas seperti ini padamu? Aku harus semakin mabuk.
Setidaknya ku lupakan mu sejenak. Aku benar-benar harus menyingkirkanmu jauh
jauh dalam pikiranku. Aku memang bodoh, memalukan. Mengharapkanmu sama saja
mati konyol. Kita sudah lama sekali tak saling bicara. Biarlah sejenak ku
nikmati ini—Charlie.
Saat
aku ternyata menemui jalan buntu. Aku merasa malas untuk melangkahkan kaki
pulang. Lebih baik ku habiskan malamku di klub. Mungkin aku bisa
bersenang-senang sebentar sampai pagi. Yah, ku langkahkan kakiku di sebuah klub.
Aku hanya berharap yang terbaik untukku kedepannya. Tapi kau enggan untuk enyah
dari pikiranku. Ah, sudahlah ku nikmati saja kali ini malamku—Selena.
♫I just hope you’re lying next to somebody
Aku hanya berharap kau berbohong pada orang lain
Who knows how to love you like me
Siapa yang tahu cara cintaimu sepertiku
There must be a good reason that you’re gone
Harus ada alasan yang baik kalau kau pergi♫
Ternyata
melupakanmu dengan cara semalam itu hanya bekerja sementara. Kepalaku masih
pusing sisa semalam, tapi saat ku bangun lagi-lagi yang ku pikirkan hanya kau.
Kau, kau, dan kau. Aku harap kau masih mencintaiku. Aku harap kau berbohong
dengan pacar barumu. Kau tak mencintainya, kau hanya ingin bermain-main. Aku
tulus mencintaimu, mengapa kau lakukan ini padaku. Semoga kau memang tak
menemukan yang baru lagi. Walaupun kita tak saling bicara lagi. Entahlah,
perasaanmu mengatakan begitu. Seharusnya kau jelaskan detile mengapa kau
inginkan kita berpisah. Bukan, aku juga harusnya jelaskan padamu. Nyatanya aku
tak sanggup. Aku tak sanggup berpisah denganmu. Mengapa kau selalu menghindariku?—Charlie.
Aku
sadar di pagi hari. Namun aku masih di luar. Aku masih di jalan. Aku masih tak
bisa melupakanmu. Karena aku selama ini hanya bermain-main dengan orang-orang
itu. Karena ku pikir aku bisa melupakanmu. Aku tak tahu harus bagaimana. Karena
aku terlanjur pergi, aku hanya tidak bisa kembali lagi. Kecuali kau memintaku.
Ah, apa aku masih berani menemuimu? Aku bahkan tak sanggup mendengar suaramu—Selena.
♫Every now and then I think you
Terkadang aku memikirkanmu
Might want me to come show up at your door
Mungkin aku ingin menemuimu
But I’m just too afraid that I’ll be wrong
Tapi aku terlalu takut kalau aku salah♫
Waktu
semakin berlalu. Karena kita tak pernah lagi bicara sejak saat itu. Semakin
hari pun aku semakin terbiasa dengan kegiatanku dan sudah tak terlalu terpuruk
lagi. Akan tetapi terkadang aku juga masih saja memikirkanmu, walau tak ku
dengar kau memiliki yang baru lagi. Beberapa kali aku ingin menemuimu. Tapi aku
hanya bisa bersembunyi saat aku kerumahmu. Aku hanya bisa memantau, rupanya kau
masih sehat. Kau juga terlihat baik-baik saja. Aku hanya takut. Takut
kedatanganmu merusak suasana mu. Meskipun aku sangat ingin. Yang ku lakukan
sekarang hanya bisa melihatmu dari jauh. Sampai kapan? Entahlah—Charlie.
Kini
aku sudah bekerja. Pekerjaanku ini bisa membuatku sedikit melupakan. Bukan,
tapi mengalihkan perhatianku terhadapmu. Aku berharaap kau datang ke rumahku
dan meminta maaf lalu akan ku jelaskan semuanya. Tapi itu sama saja berharap
yang tak pasti. Tapi tentu saja sekarang pintuku selalu terbuka untukmu. Hanya
saja berakhir sebagai teman tak jadi masalah buatku. Aku hanya ingin kita
bicara lagi. Tak seperti ini. Seperti orang tak saling kenal namun menyimpan
banyak kenangan. Aku mengharapkannya. Setiap sore saat pulang bekerja, aku
selalu menunggu sejenak di teras, siapa tahu kau datang. Namun, sejauh ini
sia-sia. Yang ku lakukan hanya menghembuskan nafas berat dan mendesah kesal.
Aku tak tahu akan menunggu sampai kapan. Entahlah—Selena.
The End.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar