Jumat, 21 Oktober 2016

We Don't Talk Anymore




WE DON’T TALK ANYMORE
Flashfiction from song by Charlie Puth Ft. Selena Gomez


We don’t talk anymore
Kita tak saling bicara lagi
Setelah apa yang terjadi pada kita. Kita tak pernah lagi ingin bertemu, kita sudah tak pernah lagi bicara, kau abaikan panggilanku, kau tak menoleh, kita seperti tak mengenal satu sama lain. menyakitkan bukan? Bukan seperti ini yang ku inginkan. Tapi mungkin ini yang kau inginkan—Charlie.
Semua yang terjadi pada kita bukan kehendaku saja, semua terjadi karena memang kita tak mungkin bersama. Maaf karena selalu mereject panggilanmu, karena itu satu-satunya cara agar ku bisa melupakanmu, bukan aku yang mau. Hanya saja ini juga sangat berat olehku. Tak lagi bicara denganmu, mengabaikanmu. Aku hanya belum siap dengan apa yang terjadi, hati ini masih takut—Selena. 


Like we used to do
Seperti yang biasa kita lakukan
We don’t love anymore
Kita tak saling cinta lagi
What was all of it for?
Apa maksud semua ini? ♫
            Kau lakukan kegiatanmu seperti biasa, seperti dulu sebelum kita saling mengenal dan bersama. Kulakukan apa yang harus ku lakukan. Semua nya mungkin terlihat biasa saja dan normal. Tapi, tahukah kau, aku masih belum terbiasa dengan semua ini. Tapi aku berusaha untuk menyembunyikan itu dari semuanya, karena mungkin kau sudah sangat terbiasa. Karena lagi-lagi kau selalu abaikan panggilanku. Mengapa harus seperti ini? Saat di keramaian yang sesak, dan lampu gemerlap malam benderang, aku berdiri sendiri, mengingat yang ku ingat dan semua semakin terasa sesak dan gelap. Lalu ku lanjutkan jalanku—Charlie.
            Ku lakukan apa yang menerutku bisa ku lakukan agar aku melupakanmu. Aku akan terus mereject panggilanmu sampai dirasa kau telah lelah. Sama, sama seperti hatiku yang sudah sangat lelah ini. Aku ingin bahagia. Aku mencarinya dengan cara lain, cara yang memang biasa ku gunakan sebelum mengenalmu. Aku yakin kau juga melakukan apa yang ku lakukan. Tapi aku tak yakin, apa kau masih memikirkanku. Karena aku sekarang sedang memikirkanmu saat aku bersama teman-temanku disini, aku tertawa melihat mereka tertawa tapi sejujurnya sadarku kosong. Ini sama sekali tak bekerja, lalu aku pergi meninggalkan mereka, berjalan di tengah ramainya kota di malam hari. Sendirian—Selena.

I just heard you found the one you’ve been looking
Aku hanya dengar kau temukan yang kau cari
You’ve been looking for
Kau tlah mencari
I wish I would have known that wasn’t me
Aku berharap, aku tahu itu bukan aku
Cause even after all this time I still wonder
Karena setelah sekian lama ini aku masih bertanya-tanya
Why I can’t move on
Kenapa aku tak bisa lakukan
Just the way you did so easily
Hanya dengan cara yang kau lakukan begitu mudah♫
            Sekian lama aku merasa aku sudah menyerah terhadapmu. Aku tak akan ganggu lagi kehidupanmu. Aku akan bebaskan semuanya, karena aku tak ingin kau semakin muak denganku. Lalu samar-samar aku mendapat kabar tentang kau. Mereka bilang kau telah menemukannya. Menemukan kebahagiaan yang kau cari. Ah, aku ikut bersyukur. Aku ikut senang jika kau bisa bahagia. Aku hanya bisa berharap semoga itu berlangsung lama, meskipun aku tahu bukan aku orang yang bisa membahagiakan mu. Setidaknya aku tetap senang kau bisa bahagia. Namun aku bmasih bingung. Setelah sekian lama ini aku masih memikirkanmu, aku masih belum bisa melakukan apa yang kau lakukan, mencari yang lain? itu sungguh tak mudah. Tapi mengapa kau melakukan itu dengan mudah ya? Ah, terserah lah. Apapun itu aku disini hanya berharap yang terbaik untukmu—Charlie.
            Aku memang mulai mencari-cari. Karena aku sudah lelah. Aku tahu sepertinya kau juga sudah lelah, karena kau tak lagi menghubungiku. Ada rasa kehilangan yang besar dalam diriku sejak saat itu. Tapi, sekali lagi ini adalah caraku melupakanmu. Kalau orang bilang aku sudah bahagia, itu salah besar, aku memang telah menemukan seseorang yang baru, tapi ia sama sekali tak bisa menggantikanmu. Bukankah kau juga telah menemukan? Aku mendengarnya dari yang lain. aku turut bahagia kalau kau menemukan penggantiku, karena disini aku juga masih berusaha mencari bahagiaku yang nyatanya belum ku temukan itu. Aku tak percaya ini. Lalu akan tetap melakukan apapun itu tanpamu lagi. Entahlah—Selena. 

Don’t wanna know
Tak ingin tahu
What kind of dress you’re wearing tonight
Pakaian yang kau kenakan malam ini
If he’s holding in to you so tight
Jika dia memelukmu begitu erat
The way I did before
Seperti yang kulakukan sebelumnya♫
            Semakin membuatku frustasi saja. Aku sudah tak ingin memikirkan mu lagi. Tak ingin tahu apa yang kau lakukan lagi. Aku ingin berhenti. Aku ingin sekali berhenti. Tapi kau selalu muncul dalam kepalaku. Tentang apa yang sedang kau lakukan, apa yang kau kenakan saat jalan, apakah kau masih cantik, atau semakin cantik? Ah, atau kau sedang berduaan dengan pacar barumu? Apakah kau juga mendapatkan pelukan eratnya? Apakah kau mencintainya? Apakah kau diperlakukan sama apa yang ku lakukan untukmu dahulu? Aarrghh.. aku semakin ingin marah. Tapi aku siapa? Aku hanya bisa memandang foto-foto lama kita di layar HP ku. Ku ambil jaketku, lalu ku putuskan untuk pergi. Mungkin ke klub bisa sedikit melupakanmu—Charlie.
            Aku berjalan sendirian. Nyatanya aku memang sendirian. Mereka hanyalah yang sebentar mengibur. Tidak, tidak. Mereka sama sekali tak dapat menghiburku. Aku masih memikirkanmu, meskipun ada orang yang berusaha mencoba membuatku bahagia. Tapi aku melihatnya tak sepertimu. Dia tak hangat dan terkesan dingin. Aku bahkan memakai pakaian yang terkesan slebor selama dengannya, aku hanya ingin terlihat cantik saat di depanmu saja. Tapi aku lupa. Kita sudah tak pernah bicara lagi. Mungkin kau sudah bersama yang lain, kau mungkin memperlakukannya hangat dan manis, atau lebihh dari yang kau lakukan untukku. Aku hanya bisa tersenyum kecut. Apakah kau memandang matanya seperti kau memandangku? Apa kau memberikan nya pelukan itu. Aku hanya memandang kota ini kosong. Aku tak bahagia—Selena.

I overdosed
Aku overdosis
Should’ve known your love  was a game
Seharusnya sadar kalau cintamu adalah permainan
Now I can’t get you out of my brain
Kini aku tak bisa menyingkirkan mu dari pikiranku
Oh, it’s such a shame
Oh, sungguh memalukan♫
            Yah, ke klub adalah pilihan terbaikku. Ku mulai dengan memesan beberapa botol beer. Mungkin aku akan mabuk. Dengan begitu akan ku lupakan semua tentangmu, ahh.. atau sebaiknya overdosis saja? Apakah aku saja yang terlalu bodoh? Bodoh karena cintaku tak pernah berbalas seperti ini padamu? Aku harus semakin mabuk. Setidaknya ku lupakan mu sejenak. Aku benar-benar harus menyingkirkanmu jauh jauh dalam pikiranku. Aku memang bodoh, memalukan. Mengharapkanmu sama saja mati konyol. Kita sudah lama sekali tak saling bicara. Biarlah sejenak ku nikmati ini—Charlie.
            Saat aku ternyata menemui jalan buntu. Aku merasa malas untuk melangkahkan kaki pulang. Lebih baik ku habiskan malamku di klub. Mungkin aku bisa bersenang-senang sebentar sampai pagi. Yah, ku langkahkan kakiku di sebuah klub. Aku hanya berharap yang terbaik untukku kedepannya. Tapi kau enggan untuk enyah dari pikiranku. Ah, sudahlah ku nikmati saja kali ini malamku—Selena.

I just hope you’re lying next to somebody
Aku hanya berharap kau berbohong pada orang lain
Who knows how to love you like me
Siapa yang tahu cara cintaimu sepertiku
There must be a good reason that you’re gone
Harus ada alasan yang baik kalau kau pergi♫
            Ternyata melupakanmu dengan cara semalam itu hanya bekerja sementara. Kepalaku masih pusing sisa semalam, tapi saat ku bangun lagi-lagi yang ku pikirkan hanya kau. Kau, kau, dan kau. Aku harap kau masih mencintaiku. Aku harap kau berbohong dengan pacar barumu. Kau tak mencintainya, kau hanya ingin bermain-main. Aku tulus mencintaimu, mengapa kau lakukan ini padaku. Semoga kau memang tak menemukan yang baru lagi. Walaupun kita tak saling bicara lagi. Entahlah, perasaanmu mengatakan begitu. Seharusnya kau jelaskan detile mengapa kau inginkan kita berpisah. Bukan, aku juga harusnya jelaskan padamu. Nyatanya aku tak sanggup. Aku tak sanggup berpisah denganmu. Mengapa kau selalu menghindariku?—Charlie.
            Aku sadar di pagi hari. Namun aku masih di luar. Aku masih di jalan. Aku masih tak bisa melupakanmu. Karena aku selama ini hanya bermain-main dengan orang-orang itu. Karena ku pikir aku bisa melupakanmu. Aku tak tahu harus bagaimana. Karena aku terlanjur pergi, aku hanya tidak bisa kembali lagi. Kecuali kau memintaku. Ah, apa aku masih berani menemuimu? Aku bahkan tak sanggup mendengar suaramu—Selena.

Every now and then I think you
Terkadang aku memikirkanmu
Might want me to come show up at your door
Mungkin aku ingin menemuimu
But I’m just too afraid that I’ll be wrong
Tapi aku terlalu takut kalau aku salah♫
            Waktu semakin berlalu. Karena kita tak pernah lagi bicara sejak saat itu. Semakin hari pun aku semakin terbiasa dengan kegiatanku dan sudah tak terlalu terpuruk lagi. Akan tetapi terkadang aku juga masih saja memikirkanmu, walau tak ku dengar kau memiliki yang baru lagi. Beberapa kali aku ingin menemuimu. Tapi aku hanya bisa bersembunyi saat aku kerumahmu. Aku hanya bisa memantau, rupanya kau masih sehat. Kau juga terlihat baik-baik saja. Aku hanya takut. Takut kedatanganmu merusak suasana mu. Meskipun aku sangat ingin. Yang ku lakukan sekarang hanya bisa melihatmu dari jauh. Sampai kapan? Entahlah—Charlie.
            Kini aku sudah bekerja. Pekerjaanku ini bisa membuatku sedikit melupakan. Bukan, tapi mengalihkan perhatianku terhadapmu. Aku berharaap kau datang ke rumahku dan meminta maaf lalu akan ku jelaskan semuanya. Tapi itu sama saja berharap yang tak pasti. Tapi tentu saja sekarang pintuku selalu terbuka untukmu. Hanya saja berakhir sebagai teman tak jadi masalah buatku. Aku hanya ingin kita bicara lagi. Tak seperti ini. Seperti orang tak saling kenal namun menyimpan banyak kenangan. Aku mengharapkannya. Setiap sore saat pulang bekerja, aku selalu menunggu sejenak di teras, siapa tahu kau datang. Namun, sejauh ini sia-sia. Yang ku lakukan hanya menghembuskan nafas berat dan mendesah kesal. Aku tak tahu akan menunggu sampai kapan. Entahlah—Selena.

The End.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar