Ketidak
tahuan mu mungkin akan menjadi boomerang untuk waktu yang lamu. Mungkin sikap
antipasti agar cari aman sedikit efektif, tapi itu hanya bersifat sementara.
Mengapa? Hal tersebut bisa saja menjadi
boom waktu yang akan meledak di kemudian hari, dan endingnya adalah kamu
menyesal. Menyesal adalah kata terakhir setelah semuanya terjadi dan kamu gak
bisa perbaiki itu. Nah lo? Lantas apa yang sebaiknya di lakukan?
1. Kamu gak boleh bersikap antipasti
walaupun kamu ogah atau bahkan untuk mau tahu aja jijik(eh, kasar) ya intinya
jangan selalu bersikap antipasti.
2. Setelah kamu sudah gak bersikap
antipasti, at least kamu sedikit sedikit mulai mengerti. Walau kamu gak tahu
secara langsung tapi kamu bisa ambil banyak sampel informasi-informasi dari
orang lain yang berbentuk mozaik lalu kamu simpulkan sendiri.
3. Setelah kamu kumpulkan
potongan-potongan info tersebut, kamu harus klarifikasi, gak boleh berhenti
sampai disini. Karena kebenaran belum tentu terungkap, kamu bisa saja Tanyakan
pada orang terdekat atau yang kamu anggap valid, atau bahkan dengan orang yang
bersangkutan langsung.
4. Setelah mendapatkan klarifikasi
tersebut, kamu bisa bernafas lega, atau bahkan semakin kalut. Itu jauh lebih
baik ketimbang kamu gak tahu kenyataannya dan cenderung menduga-duga, kalau
hasilnya keliru kan bisa jadi fitnah.
Yah, itulah
rentetan hal yang sebaiknya dilakukan oleh orang yang antipasti. Entahlah,
maksud tulisan ini apa. Hanyalah omong kosong pujangga yang sedang patah hati,
hiks.. hiks.. yang mematahkan hati seseorang sekaligus juga. Yang jelas jangan
lah kamu bersikap antipasti walau kamu sangat benci dengan orang tersebut,
karena kita gak akan pernah tahu kebenarannya kalau hanya bisa menduga-duga.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar