Jumat, 11 Maret 2016

Vampire-Formula

                                                             VAMPIRE FORMULA


            Kematian raja Yingluck membuat Klan Dracusmacus di landa kebingungan dan kekacauan, dimana wilayah mereka mulai di jajah oleh Klan Venezicus—vampir pemburu yang terkenal kejam dan licik. Klan Venezicus sebelumnya telah di asingkan setelah kalah saat perang dengan Klan Dracusmacus. Kini setelah raja Dracusmacus mati, Klan Venezicus juga mulai menyerang manusia di Thailand. Pangeran Jirayu Laongmanee tak tinggal diam. Ia harus cepat bertindak dan pergi ke dunia manusia.
            Namun, rencana Jirayu tentu tak berjalan mulus. Selain ia sendirian di dunia manusia, ia juga tak mempunyai strategi untuk melawan Klan Venezicus yang sangat kuat. Sampai suatu ketika, ia terpergok bertransformasi menjadi vampir setelah melawan musuh-musuhnya oleh seorang anak SMA.
            Anak itu terkagum-kagum dengan Jirayu, seolah-olah menemukan emas dan siap mengambilnya. Karena takut terjadi hal yang tak diinginkan—kalau sampai anak itu membocorkan kehadirannya, Jirayu menghampirinya.
            “Hei kau! Sedang apa kau disitu?” Jirayu menujuk anak berseragam dan berkacamata yang bersembunyi di balik tembok.
            “Eh.. sawadee khap[1]! Hehe...” anak itu memberi salam khas Thailand.
            “Apa yang sudah kau lihat, huh?” kini Jirayu menggeram dan menyeringai menampilkan taringnya yang tajam, matanya menghijau.
            Khor thot khrap[2]! Anda keren sekali.” Anak itu justru memuji Jirayu tanpa takut sedikitpun.
***
            Sejak pertemuannya dengan Pachara Chirathivat—anak SMA itu yang ternyata adalah anak jenius yang mampu menciptakan senyawa kimia mulai dari virus, antibodi, antivirus sekali-pun. Mereka akhirnya tinggal bersama, Jirayu mulai menyamar menjadi manusia. Sampai enam tahun kebersamaan mereka.
            Jirayu sudah menceritakan tentang jati dirinya sejak awal bertemu. Semua terasa begitu saja saat ia membuka semua rahasianya. Kini, misi Jirayu membalas Klan Venezicus mulai lengkap. Dengan Peach ia membuat Atisan—senyawa antivirus untuk memanusiakan manusia yang terinfeksi virus VTG-19. Virus itu dibuat oleh keluarga Jirayu yang ingin berubah jadi setengah manusia, tetapi saat di infeksi pada manusia, manusia juga akan menjadi vampir.
            Sekarang Peach menjadi seorang Profesor di sebuah perusahaan Farmasi. Jirayu juga menyamar sebagai seorang menejer penasehat bahan obat-obatan di sana. Dengan demikian Jirayu juga mudah memantau musuh-musuhnya. Termasuk Nattasha Nauljam—partnernya di lab, dan masih mengaku sebagai manusia—padahal ia sudah terinfeksi.
***
            “Bagaimana kau yakin  Natt mengabdi pada Klan Venezicus?” tannya Peach saat menformulasikan Atisan pada obat-obatan.
            “Heh, kau pikir aku siapa? Huh? Aku adalah vampir, tentu aku tahu mana manusia dan mana bangsa vampir! Tapi, berkat kau, aku bisa berjalan di siang bolong dan menjelma menjadi manusia saat aku ingin. Atisan yang kau campur dengan formula EE-99 benar-benar berguna. Bahkan Natt tak mengenaliku sebagai vampir.” Jirayu menyeringai. Sejak enam tahun lalu, Peach telah menciptakan Atisan itu untuk Jirayu agar ia bisa merasakan sebagai manusia dan mencegah nafsu akan darah.
            “Lalu apa misi kita selanjutnya?”
            “Yah, ku pikir kita harus cepat memvaksinasi mereka yang telah terinfeksi. Dunia vampir dan manusia memang tak bisa disatukan Peach. Aku merasakannya.” Peach hanya mengangguk paham.
***
            “Jirayu, apa kau ada acara nanti malam?” Natt tersenyum genit. Rupanya akhir-akhir ini ia merayu Jirayu. Tapi, dari kilatan mata Jirayu ia memandang muak.
            “Oh, tidak. Kenapa?” katanya memancing.
            “Ah, tidak. Sepertinya aku ingin mentraktirmu minum kopi karena kau telah baik sekali padaku.
            “Wow, dengan senang hati!” keduanya hanya tersenyum licik.
***
            Malam itu, seperti yang dijanjikan, Natt mengajak Jirayu minum. Kali ini Natt memilih kedai kopi di pinggiran kota Pattani, suasananya agak sepi dan bersebrangan dengan hutan. Natt permisi ke toilet. Setelah itu, Natt meng-SMS Jirayu untuk mengantarnya pulang dan menunggunya di mobil. Tetapi saat Jirayu hendak membuka mobil. Sesuatu menusuknya dari belakang. Natt menusuk paku besi pada leher Jirayu. Seketika Jirayu memucat, urat saraf keunguannya seakan menyembul, matanya yang hitam berubah hijau menyala, kelopak matanya menghitam, dan kukunya tumbuh panjang. Jirayu sangat kesakitan.
            “Natt... kau!” dengan susah payah Jirayu berdiri, tapi akhirnya jatuh juga. Matanya mulai berkunang-kunang. Setelah itu ia melihat beberapa orang berpakaian hitam-hitam mengelilinginya, termasuk Natt. Belum selesai penderitaan Jirayu. Orang-orang itu juga menusuk-nusukkan suntikan pada Jirayu. Mungkin itu adalah virus VTB-DOUBLE yang digunakan untuk membunuh vampir selain menusuk leher dengan paku. Rupanya mereka benar-benar ingin menghabisi Jirayu dan ingin mencuri Atisannya.
            Tiba-tiba, Jirayu mulai menggeram, paku dan suntikan-suntikan itu lepas dengan sendirinya.
            “Tamat riwayatmu pangeran! Dan... mungkin sebentar lagi teman yang kau sayangi itu juga akan menyusulmu. Haha, dasar bodoh!” Natt mulai meracau seenaknya. Jirayu menggeram marah dan—buumm! Ia bangkit.
            Jirayu tidak mati. Ia justru bertambah kuat, bahkan mata yang biasanya hijau, berubah merah. Itu karena Jirayu adalah vampir yang selalu memakai Atisan+EE-99. Tugasnya sekarang adalah, membunuh mereka semua.
            Dengan sekali tendangan tiga sampai lima orang mampu ia lumpuhkan. Hari ini ia benar-benar mengerahkan seluruh kemampuannya. Saat semua sudah lumpuh, Jirayu kehilangan seseorang. Yah, Natt tidak ada. Sial! Jangan-jangan ia kerumahku! Brengsek! Seru batinnya. Dengan lari  berkecepatan super ia melesat.
            Sesampainya dirumah, ia tak menemukan siapa-siapa. Ia tidak juga menemukan rumahnya yang berantakan, ataupun mencurigakan. Tapi, dimana Peach? Tanyanya dalam hati.
            “Oh, tidak! Atisannya!” Jirayu berlari keruangan Peach untuk memastikan Atisannya. Jirayu bernapas lega, karena Atisan itu masih utuh di ruang rahasianya. Setelah itu, HP Jirayu berbunyi. Natt? Keningnya berkerut.
            “Dimana kau? Dasar brengsek! Kau sembunyikan dimana Peach?” hujat Jirayu.
            “Jirayu, ini aku Peach. Sebaiknya kau jaga Atisannya. Aku tak apa.” Seru Peach dari seberang seperti ketakutan.
            “Apa? Kau tunggu aku. Dimana kau. Aku takkan membiarkanmu Peach!” Jirayu segera menutup telponnya dan melesat pergi.
            Jirayu yakin kalau Peach pasti disembunyikan di kastil Klan Venezicus. Setelah melawan beberapa penjaga kastil, Jirayu-pun menemukan Peach. Ia berlumuran darah, dan ternyata mereka menginfeksi Peach.
            “Kau pikir, kau bisa melawan kami?” tiba-tiba suara Natt mengagetkan Jirayu.
            “Kau! Licik sekali, benar-benar licik!”
            Dengan sekuat tenaga, Jirayu mulai melawan Natt, awalnya Natt sudah mulai lemah dan kelelahan. Tiba-tiba Peach bangkit. Ia berlaku seperti zombie. Dari belakang Jirayu, ia mengeluarkan suntikan dari jas labnya. Natt tersenyum licik. Semua sudah terlambat bagi Jirayu.
            Tak habis pikir, Peach menusukkan Atisan itu pada Jirayu. Atisan yang telah mereka ciptakan, kini justru tlah ia tancapkan sendiri pada sahabatnya kini. Jirayu mulai lemah.
            Peach! Sadarlah... apakah aku akan mati dengan ciptaan kita? Apa kita tak bisa lagi menolong manusia yang terinfeksi bahkan sekarang makin merajalela? Oh, Peach semoga kau sadar ketika aku sudah mati dan kau melanjutkan misi kita.”
            Jirayu menggeram kesakitan, kulitnya mulai menyusut dan kering perlahan. Natt tertawa puas melihatnya.
            “Haha, matilah kau brengsek!” seru Natt tertawa lepas lalu membakar mayat Jirayu. Peach seketika pingsan.
END




[1] Apa kabar.
[2] Saya minta maaf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar