Kematian raja Yingluck membuat Klan
Dracusmacus di landa kebingungan dan kekacauan, dimana wilayah mereka mulai di
jajah oleh Klan Venezicus—vampir pemburu yang terkenal kejam dan licik. Klan
Venezicus sebelumnya telah di asingkan setelah kalah saat perang dengan Klan
Dracusmacus. Kini setelah raja Dracusmacus mati, Klan Venezicus juga mulai
menyerang manusia di Thailand. Pangeran Jirayu Laongmanee tak tinggal diam. Ia
harus cepat bertindak dan pergi ke dunia manusia.
Namun, rencana Jirayu tentu tak
berjalan mulus. Selain ia sendirian di dunia manusia, ia juga tak mempunyai
strategi untuk melawan Klan Venezicus yang sangat kuat. Sampai suatu ketika, ia
terpergok bertransformasi menjadi vampir setelah melawan musuh-musuhnya oleh
seorang anak SMA.
Anak itu terkagum-kagum dengan
Jirayu, seolah-olah menemukan emas dan siap mengambilnya. Karena takut terjadi
hal yang tak diinginkan—kalau sampai anak itu membocorkan kehadirannya, Jirayu
menghampirinya.
“Hei kau! Sedang apa kau disitu?”
Jirayu menujuk anak berseragam dan berkacamata yang bersembunyi di balik
tembok.
“Eh.. sawadee khap[1]!
Hehe...” anak itu memberi salam khas Thailand.
“Apa yang sudah kau lihat, huh?”
kini Jirayu menggeram dan menyeringai menampilkan taringnya yang tajam, matanya
menghijau.
“Khor
thot khrap[2]!
Anda keren sekali.” Anak itu justru memuji Jirayu tanpa takut sedikitpun.
***
Sejak pertemuannya dengan Pachara
Chirathivat—anak SMA itu yang ternyata adalah anak jenius yang mampu
menciptakan senyawa kimia mulai dari virus, antibodi, antivirus sekali-pun.
Mereka akhirnya tinggal bersama, Jirayu mulai menyamar menjadi manusia. Sampai
enam tahun kebersamaan mereka.
Jirayu sudah menceritakan tentang
jati dirinya sejak awal bertemu. Semua terasa begitu saja saat ia membuka semua
rahasianya. Kini, misi Jirayu membalas Klan Venezicus mulai lengkap. Dengan
Peach ia membuat Atisan—senyawa antivirus untuk memanusiakan manusia yang
terinfeksi virus VTG-19. Virus itu dibuat oleh keluarga Jirayu yang ingin
berubah jadi setengah manusia, tetapi saat di infeksi pada manusia, manusia
juga akan menjadi vampir.
Sekarang Peach menjadi seorang
Profesor di sebuah perusahaan Farmasi. Jirayu juga menyamar sebagai seorang
menejer penasehat bahan obat-obatan di sana. Dengan demikian Jirayu juga mudah memantau
musuh-musuhnya. Termasuk Nattasha Nauljam—partnernya di lab, dan masih mengaku
sebagai manusia—padahal ia sudah terinfeksi.
***
“Bagaimana kau yakin Natt mengabdi pada Klan Venezicus?” tannya
Peach saat menformulasikan Atisan pada obat-obatan.
“Heh, kau pikir aku siapa? Huh? Aku
adalah vampir, tentu aku tahu mana manusia dan mana bangsa vampir! Tapi, berkat
kau, aku bisa berjalan di siang bolong dan menjelma menjadi manusia saat aku
ingin. Atisan yang kau campur dengan formula EE-99 benar-benar berguna. Bahkan
Natt tak mengenaliku sebagai vampir.” Jirayu menyeringai. Sejak enam tahun
lalu, Peach telah menciptakan Atisan itu untuk Jirayu agar ia bisa merasakan
sebagai manusia dan mencegah nafsu akan darah.
“Lalu apa misi kita selanjutnya?”
“Yah, ku pikir kita harus cepat
memvaksinasi mereka yang telah terinfeksi. Dunia vampir dan manusia memang tak
bisa disatukan Peach. Aku merasakannya.” Peach hanya mengangguk paham.
***
“Jirayu, apa kau ada acara nanti
malam?” Natt tersenyum genit. Rupanya akhir-akhir ini ia merayu Jirayu. Tapi,
dari kilatan mata Jirayu ia memandang muak.
“Oh, tidak. Kenapa?” katanya
memancing.
“Ah, tidak. Sepertinya aku ingin mentraktirmu
minum kopi karena kau telah baik sekali padaku.
“Wow, dengan senang hati!” keduanya
hanya tersenyum licik.
***
Malam itu, seperti yang dijanjikan,
Natt mengajak Jirayu minum. Kali ini Natt memilih kedai kopi di pinggiran kota
Pattani, suasananya agak sepi dan bersebrangan dengan hutan. Natt permisi ke
toilet. Setelah itu, Natt meng-SMS Jirayu untuk mengantarnya pulang dan
menunggunya di mobil. Tetapi saat Jirayu hendak membuka mobil. Sesuatu
menusuknya dari belakang. Natt menusuk paku besi pada leher Jirayu. Seketika
Jirayu memucat, urat saraf keunguannya seakan menyembul, matanya yang hitam
berubah hijau menyala, kelopak matanya menghitam, dan kukunya tumbuh panjang.
Jirayu sangat kesakitan.
“Natt... kau!” dengan susah payah
Jirayu berdiri, tapi akhirnya jatuh juga. Matanya mulai berkunang-kunang.
Setelah itu ia melihat beberapa orang berpakaian hitam-hitam mengelilinginya,
termasuk Natt. Belum selesai penderitaan Jirayu. Orang-orang itu juga menusuk-nusukkan
suntikan pada Jirayu. Mungkin itu adalah virus VTB-DOUBLE yang digunakan untuk
membunuh vampir selain menusuk leher dengan paku. Rupanya mereka benar-benar
ingin menghabisi Jirayu dan ingin mencuri Atisannya.
Tiba-tiba, Jirayu mulai menggeram,
paku dan suntikan-suntikan itu lepas dengan sendirinya.
“Tamat riwayatmu pangeran! Dan...
mungkin sebentar lagi teman yang kau sayangi itu juga akan menyusulmu. Haha,
dasar bodoh!” Natt mulai meracau seenaknya. Jirayu menggeram marah dan—buumm! Ia bangkit.
Jirayu tidak mati. Ia justru
bertambah kuat, bahkan mata yang biasanya hijau, berubah merah. Itu karena
Jirayu adalah vampir yang selalu memakai Atisan+EE-99. Tugasnya sekarang
adalah, membunuh mereka semua.
Dengan sekali tendangan tiga sampai
lima orang mampu ia lumpuhkan. Hari ini ia benar-benar mengerahkan seluruh
kemampuannya. Saat semua sudah lumpuh, Jirayu kehilangan seseorang. Yah, Natt
tidak ada. Sial! Jangan-jangan ia
kerumahku! Brengsek! Seru batinnya. Dengan lari berkecepatan super ia melesat.
Sesampainya dirumah, ia tak
menemukan siapa-siapa. Ia tidak juga menemukan rumahnya yang berantakan,
ataupun mencurigakan. Tapi, dimana Peach?
Tanyanya dalam hati.
“Oh, tidak! Atisannya!” Jirayu
berlari keruangan Peach untuk memastikan Atisannya. Jirayu bernapas lega,
karena Atisan itu masih utuh di ruang rahasianya. Setelah itu, HP Jirayu
berbunyi. Natt? Keningnya berkerut.
“Dimana kau? Dasar brengsek! Kau
sembunyikan dimana Peach?” hujat Jirayu.
“Jirayu, ini aku Peach. Sebaiknya
kau jaga Atisannya. Aku tak apa.” Seru Peach dari seberang seperti ketakutan.
“Apa? Kau tunggu aku. Dimana kau.
Aku takkan membiarkanmu Peach!” Jirayu segera menutup telponnya dan melesat
pergi.
Jirayu yakin kalau Peach pasti disembunyikan
di kastil Klan Venezicus. Setelah melawan beberapa penjaga kastil, Jirayu-pun
menemukan Peach. Ia berlumuran darah, dan ternyata mereka menginfeksi Peach.
“Kau pikir, kau bisa melawan kami?”
tiba-tiba suara Natt mengagetkan Jirayu.
“Kau! Licik sekali, benar-benar
licik!”
Dengan sekuat tenaga, Jirayu mulai
melawan Natt, awalnya Natt sudah mulai lemah dan kelelahan. Tiba-tiba Peach
bangkit. Ia berlaku seperti zombie. Dari belakang Jirayu, ia mengeluarkan
suntikan dari jas labnya. Natt tersenyum licik. Semua sudah terlambat bagi
Jirayu.
Tak habis pikir, Peach menusukkan
Atisan itu pada Jirayu. Atisan yang telah mereka ciptakan, kini justru tlah ia
tancapkan sendiri pada sahabatnya kini. Jirayu mulai lemah.
“Peach!
Sadarlah... apakah aku akan mati dengan ciptaan kita? Apa kita tak bisa lagi
menolong manusia yang terinfeksi bahkan sekarang makin merajalela? Oh, Peach
semoga kau sadar ketika aku sudah mati dan kau melanjutkan misi kita.”
Jirayu menggeram kesakitan, kulitnya
mulai menyusut dan kering perlahan. Natt tertawa puas melihatnya.
“Haha, matilah kau brengsek!” seru
Natt tertawa lepas lalu membakar mayat Jirayu. Peach seketika pingsan.
END

Tidak ada komentar:
Posting Komentar