INSENSIBLE
Oleh : Wasi’atul Amalia
Dua
bulan berlalu, sejak saat itu pula perasaannya aneh, ia merasa mati rasa. Di
depannya tengah duduk seorang pria yang melahab sarapannya dan asik bermain HP.
Pria yang sangat ia cintai.
“Hey, mengapa kau menatapku?” gadis
Bernama Baby itu memalingkan pandangannya, lalu menggeleng pelan. Ia memilih ke
dapur membersihkan sisa sarapan mereka.
Sudah dua bulan sikap Kenny berubah,
pria itu sibuk dengan HPnya. Baby bukannya tidak tahu apa-apa, ia hanya takut
untuk mengetahui kebenarannya.
Hingga suatu siang saat Kenny
tertidur di sofa dengan HPnya, Baby penasaran. Ia mengambil HP itu.
Baby membuka layar kunci, dengan
ragu-ragu ia membuka galeri. Di lihatnya satu persatu gambar, tak ada yang
mencurigakan, sampai ia menemukan beberapa potongan gambar gadis lain. gadis
itu selfie bersama Kenny-nya, mereka tampak bahagia.
“Apa yang kau lakukan?” suara berat
Kenny mengejutkan Baby, Baby hanya tertunduk, Kenny menyahut HPnya dengan
kasar.
“Apa yang kau lakukan dengan HPku?
Jawab!” pekik Kenny, HP itu di banting dan seketika hancur. Baby terbelalak
lalu berlari memeluk Kenny-nya.
“Lepaskan Beb! Ku bilang lepas!”
namun keduanya terdiam dalam pelukan, dalam diam Baby menitikan air mata, ia
sadar kekasihnya tak lagi mencintainya lagi. Rasa sakitnya telah hilang entah
kemana, ia rela.
“Jika kau ingin melepasku,
lepaskan!” putusnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar