Minggu, 11 September 2016

katanya sih KKN (Kuliah Kerja Nyata)



KKN (Kuliah Kerja Nyata) POSKO 33
Oleh : Wasi’atul Amalia
     Jember, 22 Juli 2016—the begin of comfortable adv. Di mulai dengan keberangkatan yang menyimpang dan beda dengan yang lain. yakni setelah dzuhur. Padahal yang lain sudah start dari jam 7 pagi.
     Masih dengan kebingungan tempat yang sudah tersurvei dua kali namun tetap miss. Alhamdulillah saat hari H sudah bisa menemukan tempat stay, meskipun keadaannya cewek dan cowok harus berpisah.
     Masih juga kurang mengenal teman-teman satu kelompok. Perkenalkan, ketua coordinator kita, Dian Sugiarto—yang belum pernah atau belum berpengalaman menjadi ketua, bahkan kuliah saja asal-asalan. Tapi dilihat saja sudah cukup bertanggung jawab terhadap anggota kelompoknya, well endingnya kita bisa merasakan buah hasil koordinasi pak Dian. Thanks buat kerja kerasnya pak Dian.
     Diah Erlina Pratiwi—adalah wakil coordinator alias driving coordination. Dimana dia yang katanya sudah pengalaman dengan dunia organisasi mencoba memberi arahan-arahan pada koor yang katanya belum pengalaman. Sedikit banyaknya juga yang paling sering ngomong dalam acara forum maupun luar forum. Terima kasih telah mewakili untuk berorasi bagi kaum cewek, haha.
     Sekretaris kita ada bu Ria Rosdiyana Dewi. Ria yang K-Popers banget. Cenderung suka menyendiri tapi sekalinya berpendapat keluar semua apa yang ia pengen usulkan. Katanya sih moody jadi susah deh kalau gak mood pada kena imbasnya. Gomawo juga buat bu Ria yang sudah kerja keras menulis apapun untuk posko 33.
     Ibu bendahara kita ada Nur Imamah Megawati—katanya sih ning. Ning Ima ini telaten banget, cocok deh buat di jadikan bendahara. Dimana dia harus bedakan beberapa dana yang masuk maupun keluar. Padahal kalau dilihat saja sudah mumet. Hehe. Ning Ima ini juga akan tegas saat nagih uang, wah pas banget kan? Syukron katsir ning Ima sudah mau menjaga, mengelola, dan bermumet ria dengan uang.
     Anggota pertama kita ada Nurul Iftitah—yang ngakunya banyak argument yang ingin di orasikan tapi terhalang oleh sebutan “anggota” membuatnya tak bisa berbuat lebih, ah.. sabar ya jeh Itak. Tukang kentut dan doyan makan. Dia bisa menginfluence temen-temen buat suka jajan, wahh bahaya bagi yang gendut.
     Ada aku, Wasi’atul Amalia—entah apa yang orang sebutkan tentangku. Yang jelas, buat yang baru kenal pasti bilangnya pendiem/sombong/cuek. Entahlah, lalu cenderung tak hati-hati, ini sudah aku sadari dari dulu. Tapi tak bisa sembuh gaes, suwerr!.
     Si unyil ini namanya Siti Mariatu Ulva—suaranya melengking dan tentu saja unyil. Paling kecil makanya suka di bully, hehe. Tapi jago main rebana lho, sholawatan juga jago. Walau kecil, tapi doyan banget jajan. Herannya kok gak gede-gede ya? Haha.
     Muhammad Chanif—yang gak bisa dan gak ngerti Madura sama sekali ini, dengan bahasa jawa-banyuwangi kidul yang medok membuatnya kayak bapak-bapak muda, haha. Jago silat, dan pembocor foto. Kalau sudah main foto-foto, pasti di bocorin sama nih orang.
     Ada Oktavia Dewi, dia juga pendiam plus penyendiri. Suaranya kalem banget, tapi kalau kumat ya tengil. Gara-gara giginya, jadi gagal makan enak terus, duh kasian ya. Haha. Sempat kena musibah, tapi Alhamdulillah sudah tertangani, dan semoga bisa jadi pelajaran ya Via.
     Siti Maulidatun Nafisah—eng ing eng, si cempreng, si rempong, si most popular girl  in Sidodadi. Gimana enggak, pesonanya membuat nya cinlok sama Robi anak Sidodadi, ciee ciee. Cenderung ke kanak-kanakan dan untungnya jago kalo di suruh ngeMC.
     Bahrul Ulum—si trouble maker. Banyak hal yang sudah dilakukan tanpa kordinasi membuat kita kadang salah tompo sama si cebong “nama kesayangan yang di kasih pak Dian untuk Ulum” ini. Mungkin gak asyik kalau gitu-gitu aja, dan Ulum bisa membuat posko 33 berguncang karena isu mendirikan sekolah. Wah salut.
     Muhammad Anwari—anggota yang hampir tiap hari pulang karena bekerja, satu-satunya yang sudah punya istri, jadi sudah terlihat ke bapak-bapak’an (bos juragan manisa). Tapi sangat royal karena setelah pulang juga pasti bawa sayuran. Juga ngajakin kita jalan-jalan. Makasih pak Anwari.

To Be Continued—
Jember, 4 September 2016.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar