TENTANG
KAMU
Kamu
adalah kamuku walau hanya hampir dua bulan saja. Kamu adalah orang yang ku
kenal selama satu tahun ini. Mungkin kamu sudah melupakan perasaanmu
terhadapku, atau justru melupakanku, atau lebih parah melupakanku dan
menganggapku tak pernah ada. Akupun.. berusaha. Tapi, ternyata sama saja.
Semakin ku berusaha melupakan, rasanya makin sakit. Emang sih gak se ekstrem
menghapus semua akses kontak denganmu, karena gak ada permusuhan sama sekali.
Lagi pula aku tak ingin membuat permusuhan di antara kita. Karena aku sayang.
Sudah
setengah tahun ini aku tak pernah bertemu denganmu. Walaupun jujur hati ini
masih rindu. Tapi, ku coba untuk ikhlas siapa tahu kamu bukan jodohku. Kalaupun
masih ada jodoh, pasti di kasih jalan sama Allah. Meminta yang terbaik saja dan
memperbaiki diri agar di beri jodoh yang baik.
Setidaknya
walaupun hanya dua bulan, dan hanya menggores sedikit kenangan. Namun,
sedetailpun aku tak lupa dan sering mengingatnya, bahkan sampai terbawa mimpi.
Kamu
memang laki-laki yang familyman.
Pantas, kamu sangat mencintai ibumu. Yah, aku suka itu. Gak banyak yang ku tahu
tentangmu. Tapi aku tahu, kamu pernah sayang padaku, walaupun kamu sebenarnya
bukan tipe orang perhatian dan menunjukkan rasa sayangmu. Kamu aneh, kamu gak
suka tersenyum, kebalikanku. Kamu orang yang keras tapi sebenarnya lembut.
Kamu
terlihat jujur di depanku, tapi aku gak tahu apa kamu jujur atau tidak. Yang
jelas aku percaya kok sama kamu, kenapa? Karena aku sayang. Entahlah, kata
orang cinta itu buta. Cinta gak butuh alasan, begitulah.
Kamu
sih rambutnya gaya retro tahun 60-an di Spanyol. Wangi minyak rambut yang
sebenarnya kayak bau minyak nyong-nyong, tapi itu yang membuatku selalu rindu.
Kamu begitu suka sama aliran musik hardcore,
deathcore, rockabilly, dan lain-lainnya itu.emang sih, aliran musik
ekstrem. Tapi aku gak pernah marah atau mencoba menjelek-jelekkan aliran itu,
karena aku suka sesuatu yang aneh dan gak mainstrem
asal wajar dan gak hanyut ke dalamnya.
Aku
selalu suka saat kamu panggil aku dengan sebutan “Humaira”, sebetulnya sih
minder dan gak pantes, karena aku sangat jauh dari Aisyah istri Nabi. Kamu
selalu ngertiin aku. Gak cemburuan, walaupun aku suka curiga, kok gak cemburu
apa jangan-jangan gak pernah sayang lagi. Tapi, aku tetap percaya sama kamu.
Suka juga ngertiin aku yang senangnya temenan sama cowok. Apalagi aku yang suka
cerita artis-artis ganteng di depanmu, kamu pun gak marah. Aneh, kamu gak
cemburu sama sekali. Aku khawatir.
Kamu
gak pernah cerita sama aku tentang teman perempuanmu, atau masalalumu. Emang
sama-sama yang pertama, tapi pasti ada lah masalalu. Mungkin kamu berfikir,
yang lalu biarlah berlalu.
Mungkin
untuk saat ini aku kecewa sama kamu. Bukan kecewa karena kita udah berakhir,
aku sih maklumin. Mungkin lebih baik kita sendiri-sendiri aja. Daripada maksain
buat ikutin tren, gak pacaran gak keren. Tapi yang bikin aku kecewa, kenapa
kamu adalah seorang ‘vodka’ yah kamu tahulah. Saat tahu hal tersebut, rasanya
aku kecewa banget. Semoga pengakuanmu telah berhenti itu jujur ya. Aku ingin
kamu jadi laki-laki yang baik. Aku tahu kamu laki-laki baik. Tapi jadi lebih
baik lagi gak ada salahnya kan.
Walaupun
sudah enam bulan berlalu, dan sudah hampir satu bulan ini gak ada kabar, semoga
kamu selalu baik. Sampai saat ini rasanya aku gak rela kalau kamu manggil aku
“jeh”, “cuy”, “bro” dan lain-lain itu. Aku lebih nyaman kamu panggil saja
namaku atau ‘kamu’.
Kamu,
apakah nilaimu sudah baik? Walaupun aku jauh disini. Tapi, aku semangatin kamu
kok. Yah, walaupun kamu gak tahu dan gak ngerasa. Semoga nilai kamu sudah
membaik.
Sesuatu
yang aku gak suka adalah, temanmu yang begitu merendahkanku. Aku merasa ‘apasih
aku ini sampai terlihat begitu tidak ada apa-apanya dengan yang lain’, mungkin
kamu gak tahu. Tapi, kamu memang tak perlu tahu. Aku juga gak suka sikap
temanmu yang mengejek-ejekku terus. Aku gak ada masalah sama temanmu kalau gak
bahas kamu. Tapi bukannya aku benci sama kamu, tapi perkataan temanmu juga
kadang buat aku benci sama kamu.
Kamu
bisa membuatku melupakan segalanya tentang masalaluku. Tapi, begitu cepat kita
harus berpisah. Entahlah.
Aku
gak tahu sampai saat ini, apa aku sudah hilang rasa. Terkadang rasa bodo amat
yang selalu ada saat ada kejadian tentangmu. Tapi, aku juga kadang rindu.
Saat
ini, aku ingin mencoba mengalihkan semua rasa tersebut dengan lebih mendekatkan
diri pada Allah, berkelabat dengan kuliah, tugas-tugas, organisasi, teman-teman
dan sesuatu yang baru dan positif. Bukannya ingin melupakanmu. Tapi, hidup itu
harus tetap berjalan.
Dan
aku pasrah. Yang jelas, semoga kamu menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Dengerin ya omongannya ibu kamu, bapak, kakak-kakak kamu. Jangan lupa sholat
ya. Sholat wajib jangan bolong-bolong. Jangan pernah ngulangin kejadian dulu
tentang kegemaranmu ‘vodka’, sekali-kali jangan.
Terimakasih
udah pernah menjadi bagian dalam hidupku. Kamu akan tetap menjadi kamu dalam
hidupku. Entahlah.
Teruntuk Kamu yang jauh nun disana .. :D @R
Tidak ada komentar:
Posting Komentar