Jumat, 16 Januari 2015

YOU



TENTANG KAMU
Kamu adalah kamuku walau hanya hampir dua bulan saja. Kamu adalah orang yang ku kenal selama satu tahun ini. Mungkin kamu sudah melupakan perasaanmu terhadapku, atau justru melupakanku, atau lebih parah melupakanku dan menganggapku tak pernah ada. Akupun.. berusaha. Tapi, ternyata sama saja. Semakin ku berusaha melupakan, rasanya makin sakit. Emang sih gak se ekstrem menghapus semua akses kontak denganmu, karena gak ada permusuhan sama sekali. Lagi pula aku tak ingin membuat permusuhan di antara kita. Karena aku sayang.
Sudah setengah tahun ini aku tak pernah bertemu denganmu. Walaupun jujur hati ini masih rindu. Tapi, ku coba untuk ikhlas siapa tahu kamu bukan jodohku. Kalaupun masih ada jodoh, pasti di kasih jalan sama Allah. Meminta yang terbaik saja dan memperbaiki diri agar di beri jodoh yang baik.
Setidaknya walaupun hanya dua bulan, dan hanya menggores sedikit kenangan. Namun, sedetailpun aku tak lupa dan sering mengingatnya, bahkan sampai terbawa mimpi.
Kamu memang laki-laki yang familyman. Pantas, kamu sangat mencintai ibumu. Yah, aku suka itu. Gak banyak yang ku tahu tentangmu. Tapi aku tahu, kamu pernah sayang padaku, walaupun kamu sebenarnya bukan tipe orang perhatian dan menunjukkan rasa sayangmu. Kamu aneh, kamu gak suka tersenyum, kebalikanku. Kamu orang yang keras tapi sebenarnya lembut.
Kamu terlihat jujur di depanku, tapi aku gak tahu apa kamu jujur atau tidak. Yang jelas aku percaya kok sama kamu, kenapa? Karena aku sayang. Entahlah, kata orang cinta itu buta. Cinta gak butuh alasan, begitulah.
Kamu sih rambutnya gaya retro tahun 60-an di Spanyol. Wangi minyak rambut yang sebenarnya kayak bau minyak nyong-nyong, tapi itu yang membuatku selalu rindu. Kamu begitu suka sama aliran musik hardcore, deathcore, rockabilly, dan lain-lainnya itu.emang sih, aliran musik ekstrem. Tapi aku gak pernah marah atau mencoba menjelek-jelekkan aliran itu, karena aku suka sesuatu yang aneh dan gak mainstrem asal wajar dan gak hanyut ke dalamnya.
Aku selalu suka saat kamu panggil aku dengan sebutan “Humaira”, sebetulnya sih minder dan gak pantes, karena aku sangat jauh dari Aisyah istri Nabi. Kamu selalu ngertiin aku. Gak cemburuan, walaupun aku suka curiga, kok gak cemburu apa jangan-jangan gak pernah sayang lagi. Tapi, aku tetap percaya sama kamu. Suka juga ngertiin aku yang senangnya temenan sama cowok. Apalagi aku yang suka cerita artis-artis ganteng di depanmu, kamu pun gak marah. Aneh, kamu gak cemburu sama sekali. Aku khawatir.
Kamu gak pernah cerita sama aku tentang teman perempuanmu, atau masalalumu. Emang sama-sama yang pertama, tapi pasti ada lah masalalu. Mungkin kamu berfikir, yang lalu biarlah berlalu.
Mungkin untuk saat ini aku kecewa sama kamu. Bukan kecewa karena kita udah berakhir, aku sih maklumin. Mungkin lebih baik kita sendiri-sendiri aja. Daripada maksain buat ikutin tren, gak pacaran gak keren. Tapi yang bikin aku kecewa, kenapa kamu adalah seorang ‘vodka’ yah kamu tahulah. Saat tahu hal tersebut, rasanya aku kecewa banget. Semoga pengakuanmu telah berhenti itu jujur ya. Aku ingin kamu jadi laki-laki yang baik. Aku tahu kamu laki-laki baik. Tapi jadi lebih baik lagi gak ada salahnya kan.
Walaupun sudah enam bulan berlalu, dan sudah hampir satu bulan ini gak ada kabar, semoga kamu selalu baik. Sampai saat ini rasanya aku gak rela kalau kamu manggil aku “jeh”, “cuy”, “bro” dan lain-lain itu. Aku lebih nyaman kamu panggil saja namaku atau ‘kamu’.
Kamu, apakah nilaimu sudah baik? Walaupun aku jauh disini. Tapi, aku semangatin kamu kok. Yah, walaupun kamu gak tahu dan gak ngerasa. Semoga nilai kamu sudah membaik.
Sesuatu yang aku gak suka adalah, temanmu yang begitu merendahkanku. Aku merasa ‘apasih aku ini sampai terlihat begitu tidak ada apa-apanya dengan yang lain’, mungkin kamu gak tahu. Tapi, kamu memang tak perlu tahu. Aku juga gak suka sikap temanmu yang mengejek-ejekku terus. Aku gak ada masalah sama temanmu kalau gak bahas kamu. Tapi bukannya aku benci sama kamu, tapi perkataan temanmu juga kadang buat aku benci sama kamu.
Kamu bisa membuatku melupakan segalanya tentang masalaluku. Tapi, begitu cepat kita harus berpisah. Entahlah.
Aku gak tahu sampai saat ini, apa aku sudah hilang rasa. Terkadang rasa bodo amat yang selalu ada saat ada kejadian tentangmu. Tapi, aku juga kadang rindu.
Saat ini, aku ingin mencoba mengalihkan semua rasa tersebut dengan lebih mendekatkan diri pada Allah, berkelabat dengan kuliah, tugas-tugas, organisasi, teman-teman dan sesuatu yang baru dan positif. Bukannya ingin melupakanmu. Tapi, hidup itu harus tetap berjalan.
Dan aku pasrah. Yang jelas, semoga kamu menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Dengerin ya omongannya ibu kamu, bapak, kakak-kakak kamu. Jangan lupa sholat ya. Sholat wajib jangan bolong-bolong. Jangan pernah ngulangin kejadian dulu tentang kegemaranmu ‘vodka’, sekali-kali jangan.
Terimakasih udah pernah menjadi bagian dalam hidupku. Kamu akan tetap menjadi kamu dalam hidupku. Entahlah.



Teruntuk Kamu yang jauh nun disana .. :D @R

Tidak ada komentar:

Posting Komentar