Saat
kecil kita bagaikan hidup di lautan, bebas,lepas kemanapun lo mau. Kemudian
saat mulai dewasa lo bakalan melihat daratan, lo penasaran, apasih di daratan
itu. Saat lo mutusin buat liat daratan, akhirnya lo tahu, di daratan itu ada
gunung,sungai,danau,air terjun dan lain lain. Saat lo lewatin gunung yang
terjal, lo dapat tantangan dengan medan yang susah. Saat ketemu sungai dan
memutuskan menyusurinya lo bakalan harus melawan arus deras sungai, dan pada
akhirnya lo bener-bener yang jatoh “buuzzz” di air terjun. Disitulah titik
terendah lo hingga akhirnya lo sampai ke danau. Zona nyaman lo. Kenapa? Danau
tenang, tentram, damai, setiap hirup nafas lo pasti ada kenikmatan yang tak
bisa lo lukiskan dengan kata-kata.setelah lo menyusuri semua alam. Akhirnya lo
harus milih, mau tinggal di danau yang menurut lo adalah zona nyaman o. atau
kembali kelautan yang bebas? Kalo gue sih, lo gak bisa diam di satu tempat
untuk selamanya. Lo harus terus ngejalanin semua. Dimana lo balik lagi ke
lautan menyusuri air terjun, sungai gunung, daratan balik lagi ke laut, lo bisa
ceritakan betapa hebatnya pengalaman yang lo peroleh. Lo bisa tularkan
perjuangan yang akhirnya terbayarkan sama orang-orang yang lo kenal. Siapa tahu
mereka menemukan jalan lain dan finish zona nyaman mereka lebih bagus, atau lo
ulang,ulang terus perjalanan elo, karena gue yakin lo pasti penasaran dengan
sesuatu yang lain yang lebih baik, kalaupun gagal? Coba lagi, terus,terus dan
tueeruuuss.
Dari
sini bisa kita tarik kesimpulan, hidup itu bukan seonggok daging yang bisa
jalan, bernapas tanpa ada pikiran untuk memilih. Memilih jadi jahat, baik,
kedua-duanya. Memilih kelak mau jadi apa. Memilih menjadi orang gagal atau
sukses. Memilih pendampingmu. Dan memilih kebahagiaanmu, terkadang ujian itu
sebuah pilihan yang harus kamu lalui. Bukan salah Tuhan, atau salah ibumu
mengandung, konyol. Itu semua jalanmu, takdirmu. Kamu memang harus melalui
fase-fase itu. Sebuah proses.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar