Sabtu, 13 Desember 2014

INGET INI KAN 'REK ?




BOLANG MBOLANG MEENN !
Inibukan sebuah cerpen ataupun curhatan diary, ini adalah sebuah catatanperjalanan. Catatan sejarah untuk di kenang, untuk kenangan, dan untuk berkenang-kenang ria :P J Hehe. Okeh, pertama saya akanmemperkenalkan diri saya dan teman-teman yang ikut mengukir sejarah*LebayHooeek -__,-.
1.      Wasik-> Penulis, status Maba 2013, alumni MAN 2 JEMBER Kelas Ipa 2, duduknyabelakang sendiri deretan keempat dari kiri. Ikutan mbolang karena emang suka,mumpung ada duit, pengen pamer foto :P, kapan lagi ! Haha :D.
2.      Amel/Tomen-> Maba 2013, alumni MAN 2 JEMBER Kelas Ipa 2, duduknya pindah-pindah asal  dia nyaman dan gak belakang sendiri. Ikutanmbolang karena kepengen, pikirnya seru, sama temen SMA, kapan lagi ! J.
3.      Neli-> Maba 2013, alumni MAN 2 JEMBER Kelas Ipa 2, duduknya depan sendirideretan nomor dua dari kiri. Ikutan mbolang, gak tau apa-apa tiba-tiba lihatgrup Fesbuk kelas pada mau liburan jadi ikutan, sekali-kali, mumpung ada duit,kapan lagi J!.
4.      Rizal->Pak bos-nya Faroid, Ketua rombongan, status Maba 2013, alumni MAN 2 JEMBERKelas Ipa 2, duduknya belakang sendiri deretan nomor dua dari kiri. Yang punyaide dan berfikiran untuk mbolang, dan yang punya acara pasti jadi kalau samaorang ini, pak Bos!.
5.      Atong->Soulmattenya Rizal ber tualang, Maba 2013, alumni MAN 2 JEMBER Kelas Ipa 2,duduknya di belakang sendiri deretan nomor lima dari kiri. Ikutan mbolang  karena di ajakin Rizal pastinya, emangpengen, mumpung ada duit, karena suka, kapan lagi mbolang jauh J!.
6.      Faroid->Anak buahnya Rizal, Maba 2013, alumni MAN 2 JEMBER Kelas Ipa 2, duduknyakayaknya samar-samar*heheh gak gak, guyon kok id!. Duduknya nomor dua daridepan deretan nomor dua dari kiri. Ikutan mbolang karena tertarik, bondo nekat,asik pikirnya, kapan lagi :D !.


Yah,kita ini dulu sekelas pas SMA. Setelah lulus dan kuliahnya juga beda-beda tentupunya kesibukan beda-beda. Akhirnya liburan semester satu Rizal sempat ngajakinke Semeru*LAGI, tapi karena di tutup bingung deh mau kemana liburan panjang.  Singkat cerita Rizal ngajakin kita di kelasIpa 2 buat liburan ke Wonosobo. Setelah Fix, akhirnya Rizal, Atong, Aku, Amel,Faroid dan Neli yang ikut. Kumpulan deh buat pre-packing. Bajet min 300rb cukupkali. Tapi kayaknya gak mungkin, jauh coy Jawa Tengah, kita kan domisili diJember-Jawa Timur. Akhirnya fix tanggal 22 Januari kita kemon.


21Januari 2014
New Message From A2. Rizal :
Tiket 100rb ?? #C.K.
Okeh,gak papa yang kita pikir harga tiket Logawa 50rb jadi 100rb sampai Purwokerto.


05.00WIB. 22 Januari 2014
Semuakumpul di depan stasiun Jember, setelah pemeriksaan kita langsung masuk dancari tempat duduk. Pas! Ber enam. Jam 05.10 kereta berangkat. Ttuutt.. tuutt..gujes.. gujess.. J. Selama perjalanan selalu ada aja topicyang di bahas waktu kita SMA. Di Surabaya sampainya jam 09.00, udah pada laparkarena belum sarapan, beli di kereta mahal buukk.. di stasiun Gubeng gak adayang jual, Rizal minta bawakan sendok dan pisau mbaknya. Pisau bengkok, sendoksebiji. Ckck -_-. Pokok kita ruwet cari makan, eh di sebelah ada bapak dan ibutiba-tiba ngasih Ciki-ciki(Snack), Woh, langsung di sikat. Akhirnya kitabenar-benar gak kuat, terpaksa beli di kereta nasi rames+jus 15rb anak lima.Faroid gak beli, alesannya sih dia punya feeling kalau di Madiun ada yang jualnasi. Terserah deh. Kira-kira jam 13.00 kita sampai di Stasiun Madiun, danbenar ada yang jualan pecel madiun. Kuat juga feelingnya Faroid, gaktanggung-tanggung langsung beli dua bungkus nasi pecel coyy. Yang diinget passi Faroid nawari bapak dan ibu di sebelah gini,
“Manganpak!” Faroid sambil membelakangi.
“Boh,makan id!” kata Atong mengingatkan karena bahasanya gak sopan.
“Boh,iyo bene wes lali aku jektas” Faroid khilaf.


            Kita bingung, mau turun Lempuyanganapa Kebumen, kalau Lempuyangan agak jauh tapi kendaraan pasti ada, kalauKebumen jaraknya lebih dekat. Akhirnya kita putuskan untuk turun di Kebumen danmelewatkan Lempuyangan. Sampai di stasiun Kebumen pukul 16.20 kira-kira, gaktau apa yang mereka pikirkan pokok langsung keluar langsung cari warung makan,aku pikir mau sholat dulu. Stasiunnya sepi, boro-boro deh mau makan, udah diburu sama tukang becak dan ojek. Setelah tanya-tanya, kita harus naik becak kepertigaan terus naik ekel(angkot) sampai Prembun dan cari ekel lagi jurusanWonosobo tapi terakhir jam 17.00 yang ke Wonosobo. Bahasa orang kebumen lucu,bapake, mamake, inyong, bahasa Tegal. Setelah naik becak sampai pertigaan IDR15rb/2orang. Terus naik ekel, di ekel di saranin sama ibu-ibu untuk turun diterminal dan ikut bis ke Magelang sampai Magelang ikut bis kecil ke Wonosobo,karena di Prembun gak ada bis kecil ke Wonosobo jam lima lebih. IDR ekel keterminal 4rb/orang. Lalu naik bis ke Magelang IDR 20rb/orang. Sepanjangperjalanan hujan, yang nyopir ugal-ugalan ahli, jalan naik turun gunung. SampaiMagelang pukul 20.00.


            Gerimis menemani, badan sudah capekduluan. Kami memutuskan untuk mengisi perut dahulu. Check point di Soto Madura.IDR 13rb/porsi. Rasanya anyep coy! Hadeeh -_-. Kalau udah larut gini gak adabis jurusan Wonosobo, adanya besok. Tapi dari tadi di tawari kol buat dichalter. Berhubung capek banget jadi kami putuskan mending nginep di terminal,di musholanya. Tapi dari tadi banyak yang nawari chalter-an. Ada satu penumpangjuga yang nginep di mushola, dia bapak-bapak dari NTT, jiah malah curhat buksoal rumah tangganya apa tak biaya? Hehe ngobrolnya sama Rizal, yang laintidur. Orang si Rizal yang begadang dan jagain.
04.00WIB. 23 Januari 2014
Barujuga bangun, sopir chalteran tadi malem udah nawari lagi
“Ayoberangkat sekarang ?”.
Buseetdeh, parah tuh sopir. Setelah tawar menawar akhirnya jadi 250rb sampaiDiengnya.
Rizalsempet keukeh mau naik bis ke Wonosobo nya. Tapi kasihan pak chalternya.Akhirnya setelah di bilangin Rizal mau kalau pake chalter itu.
“Ya’oporek? Kon numpak sing ndi ?”
“Ayo wis Mi, numpak chalteran, kasian udah nunggu semaleman, cuman 250rb ajasampai Dieng, mungkin udah rezekinya pak itu!” Atong menjelaskan.
Setelahnaik chalteran, baru berapa menit tiba-tiba ban bocor. Yasudah nunggu,
“He,yang di depan sama-sama panas, yang satu gak mau naik ini, satunya maksa!” kataFaroid.
“Iya,tapi setelah di bantu ganti ban bocor, eh pak sopir udah senyum-senyum aja!”Atong.
Brrrhh..saat kaca mobil di buka hawa dingin khas pegunungan mulai menelusuk kulit.Keren, gunung Sindoro dan Prau. Kotanya di apit dua gunung yang berhadapan.Sayang gerimis dan berkabut, jadi gak maksimal kelihatannya. Yang nyetir nge tothe pot (ngepot) hahaa. Akhirnya kira-kira jam 07.30 kita sudah sampai di DiengPlateau, rata-rata pegunungan dengan perkebunan seperti kentang, gubis, bayam,dan sayuran-sayuran lain. Ketinggian ± 2000 mdpl. Kami transit langsung keCandi Pendawa Lima. HTM GRATIS! Karena sepi. Kalau biasanya bayar, gak tahuberapa.



            Hujan mengguyur dataran tinggi Diengwaktu itu. Setelah puas keliling Candi, juga karena factor cuaca akhirnya kamimemutuskan untuk ngopi-ngopi di warung dekat Candi. Karena hujan tak kunjungreda, kami pergi ke Museum Kailasa tepat di depan Candi. HTM 5rb/orang+penayanganfilm asal muasal Dieng dan Sejarahnya. Keren (y). Setelah dari Museum, keadaandi luar ber kabut tebal.
“Temen-temen!Ayo kita ke Telaga atau Kawah! Mungkin sambil jalan hujannya reda!” kata Atong.
“Iya,kita Tanya orang dulu jalannya lebih dekat mana antara Telaga dan Kawah!” Rizalmenimpali.


            Setelah bertanya-tanya kita ambiljalan naik ke kiri dari Museum Kailasa untuk sampai pertigaan kira-kira 2 KM.Melintasi desa setempat, dataran tingggi yang lebih dari 2000 mdpl inimenempati urutan ke dua dataran tertinggi setelah Nepal. Lima belas menitkemudian kita sampai di pertigaan, tepat di depan kita ada Candi Bimo, tapimasih di renovasi. Hujan kembali turun, kami istirahat di pos depan Candi Bimo.Jam 10.00. Lapar! Karena lapar, juga udah sewa logistic sih sebenarnya, sempatmau nge-camp disini. Tapi ? kami putuskan untuk masak mie instan (setengahmatang) ala kadarnya, pancinya bocor, ya sudah. Setelah makan, diam. Hanya diamsetelah lelah ngobrol-ngobrol ngalor ngidul. Jam 12.00, hujan belum juga berhenti.
“Ayoke Kawah?” kata Atong mengagetkan.
“Serius?Hujan lho!” aku masih gak yakin karena cukup deras.
“Kepos loket Kawah tuh dekat. Kita istirahat dan Tanya-tanya kesitu! Deket kok!”kata Atong lagi.
Semuasudah pada siap-siap.
“Eheh, laopo seh? Opo seh rek?” Rizal masih bingung. Tapi semua langsung jalancepat menuju ke pos menghindari hujan. Sesampainya di pos. kecewa! Tak adatempat untuk istirahat.
“Tong!Sepedamu!” tunjukku pada sepeda yang mirip punya Atong.
“Hah?Ayo Tong ke Kawah naik Sepedamu!” kata Faroid.
“Nah,nge-camp di sono nanti malem. Haha!” sahut Rizal sambil menunjuk terpal dibelakang pos.
“Marahsing nggenah ee!” kata Amel.
“Cobakamu Tanya ‘rek, ke petugas itu. Jalannya jauh gak ke kawah!” saran Neli.

            Akhirnya Atong ke petugas. HTM keKawah 10rb/orang. Setelah Tanya-tanya*macak melas, akhirnya dapat 20rb/6 orang.Kata petugasnya kasihan lihat kita jalan*omeegaat!. Jalannya sekitar 500m. oke,markemon! Mari kita kemon, cus jalan terus sambil ber gerimis-gerimisan, adapipa gede di tengah perjalanan dan bau seperti telur busuk pun menyeruak, tandaudah makin dekat. Dan sampailah kita di Kawah Sikidang, ada bule pengennya maufoto bareng. Karena kendala bahasa si Faroid dan Rizal masih debat dulu.
“Zalzal! Kamu kan pinter. Ajakin bule foto !” kata Faroid.
“Gakid! Aku gak bisa bahasa inggris. Kamu kan pinter bahasa inggris!” kata Rizal.
“Nggakzal, aku gak bisa ! kamu kan pinter, aku gak bisa!” kata Faroid menyanggah.
“Lohid! Aku ini gak bisa, kan kamu yang pinter!” Rizal juga menyanggah.
“Enggakaku gak pinter. Yang pinter itu kamu!” Faroid.


NEXT PART...

MBOLANG BOLANG MENN!!






“Yowis, yo wis  id id. Kok emoh diaranipinter! Iyo wes aku sing pinter!” kata Rizal final. Yang lain hanya bisaterbengong-bengong. Sampai dua bule itu sudah jalan menuju kawah, gara-garaperdebatan anak dua.
“Akumau bilang sudah kalau ketemu tuh bule buat foto” kata Faroid tiba-tiba*Lho?Yaopo seh arek iki yo?
            Setelah jalan sampai ke Kawah-nyabaunya benar-benar menusuk hidung. Dan ketemu bule tadi. Faroid bener-benerbilang. Orang dia bisa pake acara debat dulu. Hadeehh -__,-! Pukul 14.00 kitakeluar dari Kawah dan langsng cus ke Telaga. Dari pertigaan lurus saja sampaiketemu pertigaan kearah Sikunir dan Telaga Warna. Karena jauhan Sikunir,akhirnya kita ke Telaga Warna. 1 KM dari pertigaan Candi Bimo. HTM 2rb/orang diTelaga Warna, Telaga Pangilon dan gua-gua di dalamnya. Awalnya kita menujuTelaga Pangilon, jalannya becek berlumpur lembek gara-gara hujan, dan sepi.Lalu balik lagi dan lihat sekeliling ada Gua Semar, Gua Sumur,Gua Pengantin danlain-lain. Baru deh nikmatin indahnya Telaga Warna.
            Setelah puas keliling kita istirahatdi mushola, ada orang gila atau pengemis ceramah dan nyany-nyanyi gak jelas.Haha :D buat hiburan. Sama penjaga di mushola di tanyai, gara-gara Faroid bawa carrier-nyaAtong.
“Maucamp apa baru udah ngecamp ?” kata bapak itu.
“Rencanamau camp pak, tapi gak tahu di mana! Kalo camp di pasar ini gak papa toh pak?”kataku.
“Oh,gak papa mbak, lebih enak camp di Sikunir, tapi percuma gak dapat goldensunrisenya kalau cuaca kayak gini. Kalau mau di bukit Sidengkeng, Warna danPangilon kelihatan” bapak itu menjelaskan.
“Darisini jauh gak pak?”
“500meteran”
            Atong dan Rizal kembali dari surveinyauntuk mencari lokasi camp. Karena udah sewa tenda. Sia-sia dong kalau gak dipakai. Tapi setelah rembukan-rembukan, kita putuskan untuk makan dan bermalandi Wonosobonya. Mumpung masih jam 15.30, bis di pertigaan masih ada dan Nelijuga udah ngebet pengen ke Jogjanya. Makannya dari kemaren Nasi Rames melulu.Habis makan dan beli oleh-oleh Carica, kita jalan,di tengah jalan ada pick-upya sudah ternyata jempol Faroid bawa hoki, haha pick-upnya mau kita numpang disitu sampai pertigaan. Sampai pertigaan langsung naik bis kecil ke Wonosobo IDR10rb/orang.
            Turun alun-alun Wonosobo langsungcari masjid, istirahat sambil ngobrolin nasib ntar bakal tidur mana.Sehabis  maghrib kita jalan-jalan kealun-alunnya. Asri sih kota Wonosobo-nya. Besar! Tapi kurang ke-explore. Okeh,setelah duduk-duduk dari tadi di alun-alun, sempat juga aku, Amel dan Neli digodain cowok di alun-alun sana, lucu deh bilangnya, Cewek(Ceweke bahasa Tegal).
“Ih..cewekkh ?? bapake? Janc*ke? Janc*ke? Hahah” kata Neli geli dengan bahasanya.
“Haha,bisa aja!” kata Amel menanggapi.
Alun-alunmulai sepi, pukul 22.00 tapi belum juga putusin mau tidur dimana. Rizal danFaroid udah lelap sampai-sampai Faroid nglindur, haha malah di godai sama Amel.Terus Amel dan Atong cari tempat buat tidur. Lima belas menit kemudian merekakembali, dan bilang nyoba ke mushola Kodim Wonosobo, Rizal dan Faroid masih bingungkarena baru bangun. Sampai di Kodim, seperti biasa*macak melas. Dibolehin dehnginep di Musholanya, orang-orangnya juga baik.
06.00WIB. 24 Januari 2014.
            Setelah beres-beres dan pamitan keKodim Wonosobo, kita langsung kemon jalan sampai pertigaan sambil jalan jalanpagi, seger dan asri udara di kota Wonosobo waktu itu. Pertama, kita naik bisjurusan Magelang. Seperti biasa IDR 20rb/orang. Disini nih, yang gak bakalanaku lupa. Waktu itu Rizal duduk sendiri di belakang, aku dan Atong di depannya.Terus, Faroid dan Amel ada di depanku, dan sebelahnya Neli sendirian. Waktu itusih aku merem tapi masih sadar, Amel udah mabuk perjalanan gara-gara jalannyanaik turun, Neli juga. Gak tahu kenapa si Atong histeris dan panic.
“Lhooid, id, idddd… kok bisa sih?” kalau gak salah lihat Atong megangin Faroid yangmau jatuh gara-gara bis-nya belok*ngedrive gitu, sampai-sampai pak kernet ikutnolongin. Dan sempet-sempetnya si Faroid misuh*boso jowo.
“Eeeeleehh,jas*****kkkkkk!”.
“Kenapakamu Id? Nglindur? Apa lagi maen game mobil-mobilan kok sampai ikut-ikutanngedrive badannya ? haha.. aku ikutan Id kalau mau main game ya?” kata Atongmeledek. Rizal kebangun dan aku dengar dia tertawa, apalagi Atong. Aku dengar,tapi kan lagi tidur jadi diam saja padahal pingin banget nyela, haha :D.
            Sampai di Magelang sarapan danistirahat dulu, Amel bingung bayar kuliahnya. Setelah di rasa cukup, kita cabutdari Magelang jam 09.00 dan cus ke Jogja naik bis IDR 10rb/orang. Di perjalanankita banyak diamnya. Apalagi Neli dan Amel mabuk perjalanan. Tiba-tiba nih, akukaget pas si Atong juga atraksi kayak Faroid tadi. Haha, untung aku gak lihatjatuhnya, kalau lihat pasti bakalan abis di ketawain, dan sepi.
“Huuft,untung sepi dan Faroid gak lihat!” kata Atong pegangan kursi sebelah, akulangsung noleh.
“Haha,kenapa kamu Tong ? atraksi ? Haha!”
“Sst..kualat sama Faroid aku nih, hem.”
            Satu setengah jam berlalu, sudahmemasuki kawasan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sampailah kita di terminalGiwangan. Rencana kali ini mau nginep di hotel. Kan capek, dan kata Rizalhotel-hotel itu ada di dekat pasar. Dari terminal ke pasar naik becak IDR20rb/2 orang. Sampai di pasar, kita di turunin di depan penginapan-penginapan,pikirku bisa kali se kamar ber enam buat menghemat budget. Tapi gak bisa, jadideh tiga orang se-kamar itupun maksa, semalam bayar 125rb/3orang.
            Sampai kamar bukannya tepar, tapitotalan, hitung-hitungan utang-piutang, fiuuh. Oke, setelah di total, budgetuntuk pulang gak bisa memenuhi standart alias uangnya gak cukup, ya sudahsaling pinjam-meminjam lagi dan transver dari rumah. Setelah totalan, kitatepar. Aku tidur rasanya nyenyak banget, gak kerasa udah mau maghrib aja.Setelah bersih-bersih badan semua, rencananya mau jalan-jalan ke Malioboro danbeli tiket kereta di Lempuyangan habis maghrib. Tapi hujan deras mengguyur kotaJogja. Jam 19.00 baru reda, itupun agak gerimis. Badget mefet, jadi jalan.Jalan jalan men! J.
            Habis makan, eh hujannya turun lagi.
“Kenapasih, mesti hujan kalo kita jalan-jalan?” kataku sambil lihat hujan.
“Pertanyaanmukebalik Sik, yang benar, kenapa kita jalan-jalan pas hujan?” kata Rizalmenanggapi.
“Iya,betul itu kata Rizal!” Atong nyela.
“Oh,ya ya ya!” kataku.
“Kitanaik Trans Jogja di situ tuh! Capek lho jalan!” Neli berpendapat.
“Okedeh, aku ke halte ya? Mau Tanya!” Faroid lari di tengah hujan deras malam itu.
            Di halte, kata petugas gak ada yangke Lempuyangan jam segini. Kalau mau ke Malioboro ada. Ya kita ke malioboro ajadeh, IDR Trans Jogja emang 3rb/orang. Foto-foto-foto dan foto itu yang dilakukan pas di Malioboro, juga jalan-jalan dan jalan. Setelah puaskeliling-keliling Malioboro dan beli-beli di sana, kita cabut jam 22.00. TransJogja udah tutup, jadi deh kita jalan, dari Malioboro ke penginapan gak tahuberapa kilo dan yang jelas itu jauh banget, udah gitu di tengah perjalanan siAtong kayak mau di jambret aja HP-nya, untung langsung di masukin saku, dancepet-cepet jalan. Yang lain kagak tahu apa-apa. Beli tiket besoknya semogamasih ada, karena bukan musim liburan. Hufft, sampai juga di penginapan jam 12malam lebih. Langsung tepar. Karena besok harus pulang.
06.30WIB. 25 Januari 2014.
            Semua sudah beres, kita check outpagi itu juga, karena jadwal keberangkatan kereta jam 09.00 dari Lempuyangan.Jalan 500 meteran untuk sampai di halte, lalu menuju Lempuyangan sekitar hampirsejam-an kita baru sampai di Lempuyangan. Akhirnya tiketnya ada, walaupun akudan Amel harus pisah duduknya. IDR 80rb/orang kalau dari Jogja-Jember. Kitasarapan, lalu mutusin buat tunggu kereta di dalam stasiun. Pukul 09.15 keretaberangkat, dan aku sama Amel pisah dari yang lain.
“Gakenak nih misah? Gimana gitu!” Amel gak nyaman sama duduknya.
“Iyasih, mau gimana lagi!” kataku.
            Well, akhirnya perjalanan ini sudahberakhir. Bingung. Apa sisi positifnya dari perjalanan ini, yang jelas banyakkejadian-kejadian selama mbolang-mbolangan ini yang buat aku slalu ingat.Dimana kita bisa keliling Jawa Tengah. Dimana di semua tempat punya kejutan dankita gak ada yang tahu sama sekali, semua serba penuh kejutan, ah ntar lagikemana? Ntar lagi gimana nih? Setelah ini apa nih? Seperti itu pasti mikirnya. buatKebumen dengan bahasanya yang Lucu, Mushola terminal Magelang, tempat-tempatkeren di Dieng, alun-alun+Kodim Wonosobo, jalan-jalannya di Jogja. Dan kitatahu, oh ini lho Jawa Tengah. Kita juga punya pengalaman kalau mau jalan atautraveling jauh, BUDGET Harus Lebiih! Haha. Saat di kereta sekitar jam duabelas-an siang, orang yang duduk di sebelahku dapat kabar. Kebumen gempa sampai6,5 SR dan Jogja juga ikut merasakan efek gempa. Saat itu kita sudah sampaiMadiun. Dalam hati miris, lega juga ikut perihatin. Untung sudah out dari sana.Padahal kan kita dari Kebumen dan Jogja. Padahal kalau kita berangkatnya waktuitu di undur tanggal 23, pastinya kita merasakan yang di Jogja. Takutnya kayakgempa Bantul delapan tahun silam. Ngeri bayanginnya. Alhamdulilah deh sampairumah dengan selamat. Hehe. Sampai keesokan harinya di rumah aku sek ndrawasibahasa jawanya. Gak tahu apa yang teman-teman rasakan. Yang jelas, yokk kitambolang lagi. Hahahaha…


THE END


By:Wasik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar